Jembatan Perselingkuhan Suami dan Sahabatku
Nominal yang tertera cukup besar, tiga juta rupiah.
[Bang, dari mana uangnya? Bonus lagi? Kan belum satu bulan yang lalu Abang diberi bonus.]
[Iya, Abang dapat bonus karena perusahaan sedang dapat tender baru, Dek. Yang ini di luar kota, jadi Abang akan ditugaskan ke sana.]
Zrash! Aku tertegun.
[Cepat beli hapenya, ya? Nanti pulang sudah harus ada.]
Bang Fuad menghentikan obrolan di antara kami. Dia tidak lagi online saat aku membalas pesannya.