ISTRI YANG DIRINDUKAN
"Trisemester ketiga, saat perutku semakin membesar, papa tidak mengijinkan aku bekerja lagi dan aku harus bersembunyi dirumah itu, hanya bibi dan papa orang yang aku temui saat itu. Lelah fisik dan jiwa menderaku, tubuhku semakin berat dan tidak nyaman, namun tidak ada suami yang bisa menjadikan tempat bersandar."
"Saat melahirkan aku melaluinya seorang diri, disaat wanita-wanita lain didampingi oleh suami mereka, aku sendirian bertaruh nyawa menghadirkan kehidupan baru ke dunia. Dan malam-malam saat aku kelelahan menjaga bayi mungil itu sendirian, tidak ada papa dari anak itu yang bisa berbagi lelah bersamaku. Bagiku, hamil dan melahirkan adalah sebuah kutukan."