Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Only Look At Me

Only Look At Me

Kymo
Ayra Clarissa Prasetya, gadis berusia 26 tahun yang disegani oleh rekan kerja di kantornya serta dikenal sebagai pribadi yang lembut pada atasan juga orang yang lebih tua darinya. Namun, ia akan mengeluarkan tanduknya pada orang yang dianggapnya tidak sopan dan tidak menyukainya. "Apa sih mau mu by ? kenapa kau selalu membuatku menangis dan juga sakit hati ?" Tangis Rissa pecah ketika berdua dengan seorang pria dewasa berusia 30 tahun yang tak lain adalah kekasih sekaligus atasannya di kantor. Ken, ya pria itu hanya menatap gadis disebelahnya dengan pandangan datar dan tidak mengatakan sepatah kata untuk sekedar menenangkan dan menghibur kekasihnya yang masih menangis. Ia hanya membuang nafasnya kasar dan beralih pada kemudi didepannya dan menjalankan mobilnya keluar area halaman resto. "Sudah ku katakan berulang kali bukan,jangan cemburu pada hal - hal yang tidak penting seperti itu. Percaya dirilah jika hanya kau wanita yang akan aku nikahi." jawab Ken datar tanpa mengalihkan pandangannya pada jalanan. Sedangkan Rissa tidak menjawab perkataan Ken dan hanya membuang muka enggan melihat wajah sang kekasih yang dianggapnya tidak memiliki hati itu. Suasana dalam mobil hening hanya terdengar tangis yang ditahan dari bibir gadis cantik berbalut dress sifon peach selutut itu. "Cih.. dasar sialan, dia selalu saja membuatku cemburu dan menangisinya tanpa menenangkan ku. Lihat saja kau Ken sialan, akan ku balas kau.." batin Rissa yang merutuki sikap Ken yang tidak pernah mengatakan maaf padanya. Mampukan Rissa bertahan dalam hubungan yang mengesalkan bersama Ken si angkuh dan ingin menangnya sendiri ?
Romansa
102.8K viewsOngoing
Read
Add to library
Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai. Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya. "Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?" "Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?" Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?" Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman. Aku ingin maju dan mempertanyakan semuanya, tetapi tiga kakakku menarikku kuat-kuat. Kakak pertama, seorang presdir, mengerutkan kening. "Celia cuma bisa tertawa kalau ada Roman. Anggap saja kamu kumpulin pahala." Kakak kedua, seorang aktor papan atas, mendorongku jatuh ke lantai. "Latar belakang Celia menyedihkan. Kamu 'kan punya kondisi bagus, jadi nggak bakal kekurangan pria." Kakak ketiga, profesor biologi, menatapku dengan dingin. "Roman memang sudah seharusnya menikahi Celia. Jangan lagi ganggu mereka." Mereka memaksaku masuk ke mobil, tidak mengizinkanku merusak kebahagiaan cinta pertama di hati mereka. Sistem yang sudah lama menghilang akhirnya muncul lagi. 'Host, misi penaklukkan terdeteksi telah selesai! Apakah ingin segera kembali ke dunia nyata?' Aku duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela dengan murung, hampir tertawa. Drama penuh penderitaan yang kujalani demi misi ini akhirnya berakhir. Mulai sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam kisah cinta dan benci mereka lagi!
Short Story · Fantasi
2.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Mengikat Hati Sang Dosen

Mengikat Hati Sang Dosen

Adinda Rahayu, seorang mahasiswa baru jurusan hukum yang ceria dan penuh ambisi, melangkah mantap di hari pertamanya di kampus. Ia siap menyerap ilmu dan pengalaman baru, membayangkan masa depan cerah sebagai praktisi hukum. Namun, takdir punya kejutan yang disimpannya di ruang kelas. Saat dosen mata kuliah pengantar hukum masuk dan memperkenalkan diri, dunia Adinda seolah berhenti berputar. "Selamat pagi semua, saya Bagas Pratama," ucap sang dosen dengan suara bariton yang menusuk relung hati Adinda. Mata Adinda membelalak. Itu Bagas. Mantan pacarnya. Mantan yang meninggalkannya empat tahun lalu karena alasan klise "fokus studi". Kakinya langsung lemas. "Dosennya... dia?" gumam Adinda pada teman sebangkunya, Maya, yang hanya menatapnya bingung. Sepanjang perkuliahan, Adinda berusaha keras menghindari kontak mata. Ia menunduk, mencatat tanpa fokus, dan berharap bisa menghilang dari muka bumi. Namun, Bagas sesekali melirik ke arahnya, senyum tipis terukir di bibirnya yang dulu sering mengecup kening Adinda. Setelah kelas usai, Adinda buru-buru membereskan tasnya, ingin segera kabur. Namun, suara Bagas menghentikannya. "Adinda Rahayu, bisa kita bicara sebentar?" Langkah Adinda terhenti. Jantungnya berdebar kencang. Ia membalikkan badan perlahan, menemukan Bagas berdiri di depannya, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. "I-iya, Pak?" Adinda tergagap. Bagas tersenyum, kali ini lebih jelas. "Sudah lama ya, kita tidak bertemu." Adinda hanya bisa mengangguk kaku, pikiran kalut membanjiri benaknya. Dosennya adalah mantan pacarnya. Bagaimana ini bisa terjadi? Dan yang lebih penting, bagaimana ia akan menjalani satu semester ke depan dengan situasi sekacau ini?
Romansa
194 viewsOngoing
Read
Add to library
COMEBACK

COMEBACK

May Rafani
Aku tidak pernah membayangkan berada dalam keadaan seperti ini. Menjadi orang lain di kehidupan sekarang. Namaku Ardan Rakha Wisesa, biasa dipanggil Ardan. Bukan, bukan Ardan. Mereka lebih sering memanggilku Cupu, Culun, Kutu Buku dan sejenisnya. Ya, aku adalah anak laki-laki dengan ciri-ciri jelek, dekil dengan kacamata yang tidak pernah lepas dari kedua mataku. Mataku minus sekaligus silinder dan sudah cukup parah, untuk berobat aku tak mampu. Bahkan bisa sekolah pun aku sudah bersyukur. Satu keunggulan yang aku miliki adalah pintar. Itu juga yang membuatku bisa sekolah di sekolah elite ini. Sekolah tempat orang-orang kaya yang selalu menyombongkan kekayaan orang tuanya. Sedangkan aku? Hanya dijadikan sebagai target bullying di sekolah itu. Hingga pada suatu hari, bullying yang mereka lakukan sudah melewati batas wajar. Hingga membuatku berada dalam kondisi sekarang. Merubahku menjadi orang lain dan menghilangkan semua identitas asliku. Aku yang sekarang, Guntur Hastanta Haidar atau yang biasa dipanggil Guntur. Menjadi anak seorang dokter spesialis bedah plastik terkenal di kota itu. Lalu di mana Guntur yang asli? Ini yang kemudian menjadi teka-teki yang juga harus aku selesaikan selain misi balas dendam. Apakah orang tuaku tidak mencariku? Aku tinggal bersama ayah dan kakakku, mereka tidak pernah menganggap aku ada. Mereka membenciku karena kelahiranku menyebabkan kematian ibuku. Semua ini akan aku selesaikan dengan tuntas tanpa ada satu pun yang terlewat.
Thriller
3.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Tough Girl Luna

Tough Girl Luna

Meybutjuly
Tumbuh besar di lingkungan yang tak begitu menyenangkan membuat Luna menjadi gadis pemurung dan penakut. Ia menjadi sasaran bully oleh teman-teman sekolahnya. "Melihat wajahmu yang tak menarik itu, membuatku sama sekali tak merasa bersalah telah menyakitimu. Hahaha." Roy, pria yang merupakan anak dari pemilik sekolah itu tengah berdiri di hadapan Luna bersama beberapa temannya. Gelak tawanya semakin memperjelas kepuasan di wajah tampannya. Meski pada awalnya Roy terus menindas Luna, tapi seiring berjalannya waktu benih cinta mulai tumbuh dalam dirinya. Namun, semuanya sudah terlambat karena Luna dan keluarganya telah pergi jauh. Sejak saat itu Roy tak bisa menemukan keberadaan Luna selama bertahun-tahun. Terungkapnya identitas asli Kai dan Regina, orang tua Luna. Yang merupakan mantan agen rahasia membuat Luna dan kedua orangtuanya harus kembali ke kota tempat perkumpulan anggota itu berada. Di tempat itulah Luna dilatih menjadi agen rahasia ganda yang hebat dan tak pernah sekalipun gagal dalam menjalankan misinya. Hingga suatu ketika ia mendapat misi untuk menghabisi seluruh anggota sindikat anak Jarwo yang bernama Leon. Disisi lain Jarwo adalah musuh terbesar Kai dan Tuan Hendrik, ayah Roy. Setelah beberapa tahun berlalu, Luna dan Roy akhirnya dipertemukan kembali dalam situasi yang berbeda. Roy pun berusaha mengambil hati Luna tapi Leon terus menghalangi usahanya karena ia juga menyukai Luna. Akankah Roy berhasil mendapatkan hati Luna? Akankah Luna berhasil menghabisi Leon?
Romansa
2.9K viewsOngoing
Read
Add to library
Peluang Diriku Bahagia [Bahasa Malaysia]

Peluang Diriku Bahagia [Bahasa Malaysia]

Nuuna Mohd
Hun Aqeel — Dikelilingi ahli keluarga yang sangat menyokong kerjayanya sudah memadai baginya. Apabila ditikam kawan baik sendiri yang sanggup bermain cinta dengan kekasih hatinya…punah segala benda untuk percaya orang lain selain ahli keluarga tercinta. Erina Durah — Masuk dalam kehidupan seorang artis yang sedang meningkat naik dengan kejayaan lakonan beliau, dia tumpang bahagia walau dia hanya seorang PA kepada Hun Aqeel. “I bagi you kepercayaan untuk handle segala akaun media sosial I. Jangan buat loklak pulak.” - Hun Aqeel. “Haha relax lah boss. Ya baik saya tak buat onar. Saya jaga penuh tatatertib bos punya Instagram Facebook dan segala benda lah. Tu termasuk hati bos tu.” - Erina Durah. “Aip! Hati hati jangan buat main. Karang jatuh hati kat I padan muka you. I malas layan..” - Hun Aqeel. Dan bila kata kata Hun Aqeel itu terkena batang hidung sendiri… “Be my girl, Erina Durah? I think I dah jatuh hati kat you.” - Hun Aqeel. Dugaan datang tatkala kebahagiaan menyembah mereka berdua. “Please, I want you back! Lupakan Erina. Dia takkan dapat bahagiakan you macam mana kita dulu sayang.” Segala kenangan lampau dia bersama Christina menjelma di fikiran Hun Aqeel. Berbelah bahagi rasa hati. Adakah dia tamak? Erina Durah pun dia mahu! “Lelaki semua sama! Ingat hati aku ni apa. Syok hora horei bila dipermainkan. Benci!!” Hati yang terluka baru saja dirawat. Tapi sudah dikecewakan balik. Tetapi, semudah itukah Erina Durah mahu melepaskan Hun Aqeel kepada Christina? Tidak! Dia akan membuka mata Hun bahawa kenangan Hun bersama Christina sudah lama terkubur. Dia yakin Hun Aqeel adalah takdirnya.
104.0K viewsOngoing
Read
Add to library
Jiwaku di Tubuh Istrinya

Jiwaku di Tubuh Istrinya

(Dimohon untuk bijak dalam membaca! Cerita ini mengandung unsur 21+) Aku terbangun sambil merengganggkan otot-ototku. Entah kenapa tubuhku terasa lemas sekali, tidak biasanya aku bagun-bangun begini. Saat aku menoleh ke samping, aku terkejut ketika mendapati seorang lelaki sedang tertidur di sebelahku dengan bertelanjang dada. Bagian bawahnya ditutupi selimut. OH MY GOD! Dia kan Bimo! Tetanggaku yang ganteng dan seksi itu? Kenapa aku tidur dengannya? Dia kan sudah punya istri? Aku pun membuka selimutku, ternyata aku tidak mengenakan sehelai benang pun. ASTAGAAA! Apa yang kulakukan dengannya? Saat aku mengitari sekeliling kamar, aku baru sadar kalau ini bukan kamarku. TIDAAAK! Kenapa aku bisa di sini? Kemana istrinya? Aku melihat ada pakaian perempuan yang berserak di atas lantai, segera aku turun dari atas kasur dengan hati-hati lalu buru-buru meraih pakaian di atas lantai dan buru-buru memakainya dengan hati-hati. Aku harus segera kabur dari sini sebelum istrinya melihatku di sini.  Setelah aku selesai memakai pakaian itu, tak sengaja kulihat tubuhku di cermin. Aku terbelalak saat melihat tubuhku berubah menjadi istri Bimo yang masih terlelap. Kenapa aku begini? Apakah jiwaku tertukar? Jika benar, di mana tubuhku sekarang? Apakah jiwa asli yang ada dalam tubuh ini telah bersemayam di tubuh asliku? Kenapa ini bisa terjadi? Tapi entah kenapa aku senang. Senang karena pria yang sedang tertidur ngorok itu adalah seseorang yang diam-diam aku cintai dan aku impikan selama ini. Selama ini aku menyimpan perasaanku dalam-dalam karena sadar Bimo sudah punya istri. Tapi sekarang? Apakah ini keajaiban? OH! TIDAK!!!
Horor
1040.1K viewsCompleted
Show Reviews (40)
Read
Add to library
Ar_key
ada sesuatu pelajaran yang kita petik dari cerita ini, harus percaya dengan hal ghoib. Indah jiwa yang berkali" pindah dari raganya menemukan cinta sejatinya. Napsu mengejar harta yang dilakukan kedua orangtuanya menjadi pelajaran berharga untuk setiap orang tidak membuat keputusan pendek mencari ...
Alvern Gyan
Ide ceritanya unik, menarik, dan klikable. Inovasi baruu~ Andai nangkring di beranda depan, kayanya pembaca yang lihat bakal langsung tertarik mulai dari judulnya. Konflik di awal cukup pelik, tapi berhasil dikemas jadi sederhana. Jujur saya ga terlalu suka cerita ttg perselingkuhan karena biasa suk
Read All Reviews
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Short Story · Realistis
7.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Counting Pennies, Losing Daughters

Counting Pennies, Losing Daughters

On the night of New Year's Eve, I wake up in a hospital ward with an IV drip connected to the back of my hand. A nurse passes me the hospital bill. "It's 300 dollars in total, including the emergency treatment fee and the cost for a bottle of glucose drips." When I turn on my phone, I feel my heart sinking. I only have 29.01 dollars left in my bank account. The wallpaper of my phone is a countdown of my family contract's app. Today is the date when I have to renew my family contract for the year. In order to accumulate enough money to go home, I've been working as a staff member in concert venues. Earlier, I had collapsed backstage, so I was quickly sent to the hospital. The dial tone keeps beeping for a long time. Finally, my mom answers my call in what seems to be a noisy background. "Mom, I'm at the hospital right now. I need 300 dollars to pay the hospital bill." "You're at the hospital?" Mom's voice turns shrill immediately. "Why did you visit the hospital during the holidays? You really are a jinx!" "I fainted earlier. I was working at a concert venue—" "What? So, you refused to do chores at home during the holidays! Instead, you decide to work at a concert venue?" Mom interrupts immediately. "I don't have 300 dollars on me! You'd better come up with a way to pay that bill of yours!" "Mom…" My hand tightens around my phone. "Today is the last day of my family contract's renewal period. I'll renew the contract once I pay the bill." "Renew the contract, huh?" Mom just sneers at me. "That's a part of your duties! How dare you use it against me! Helena Lambert, if you don't renew the contract today, you can forget about calling me 'Mom'!" After that, she ends the call. I can only grip my phone to the point that my fingers turn white. After that, I tap on a social media app in hopes that I can borrow money from my friends, only to see the latest post on the social media feed. My younger sister, Hannah Lambert, has posted a photo collage there. "I'm here with my parents to watch my favorite singer's concert! Snagging tickets to the first-row seats is definitely worth it!" The background of those photos is the same concert venue where I work part-time at. It's the most expensive venue in town. Apparently, tickets cost 2,900 dollars each.
Read
Add to library
Ratu Drama

Ratu Drama

Primadona sekolah akan menikah tepat di hari libur kemerdekaan. Dia mengundang seluruh teman sekelas di grup kelas agar menghadiri pesta pernikahannya. Awalnya, aku berniat pura-pura tidak melihat undangan itu, tapi ternyata dia langsung menyebut namaku. "Clarisa, waktu SMA kamu selalu pura-pura jadi diriku, tapi aku nggak akan mempermasalahkannya. Aku harap kamu bisa datang untuk melihat pernikahan mewahku besok." Segera setelah itu, beberapa teman sekelas ikut menanggapi pesannya. "Primadona sekolah memang baik orangnya, pantas saja bisa menikah dengan anak dari Keluarga Wirawan. Dia bahkan bisa memaafkan orang sombong seperti Clarisa." "Apa orang seperti Clarisa pantas, menghadiri pernikahan primadona sekolah kita yang akan diadakan di vila? Jadi orang jangan terlalu baik." Mereka makin mengolok-olok Clarisa, hingga si primadona sekolah akhirnya muncul untuk menenangkan suasana. "Sudahlah, itu kan sudah lama sekali, aku juga sudah nggak mempermasalahkannya. Lagipula, Clarisa kan memang miskin dan jelek, kita jangan terlalu mengejeknya." Begitu dia berkata demikian, grup langsung dipenuhi pesan pujian. Orang-orang memuji betapa baik hati dan polosnya dia. Aku tertawa sinis. Dulu, si primadona sekolah itu selalu memasang citra bak putri konglomerat di sekolah. Dia bahkan memfitnahku, yang sebenarnya adalah putri keluarga konglomerat asli, sebagai seorang pembohong. Semua orang di sekolah sampai menghinaku. Saat membuka undangan elektronik darinya, aku baru sadar bahwa alamat pernikahannya berlokasi di vila milik keluargaku. Makin kuamati foto pengantin pria, makin aku merasa familier. Bukankah itu sopir suamiku? Aku tersenyum begitu menyadarinya, lalu membalas pesan di grup. "Baiklah, aku pasti akan datang di acara pernikahanmu."
Short Story · Romansa
4.9K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
262728293031
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status