Terjebak Hasrat Sang Pemburu
Tangan mungilnya terulur ragu, menyentuh lengan Oliver dengan lembut.
"Apa yang terjadi?" tanyanya pelan.
Oliver menatap pelat nama di tangannya. Nama "GUNNAR, OLIVER" terukir di sana, sudah pudar karena waktu dan keringat darah.
"Banyak hal yang seharusnya tidak terjadi," jawabnya. "Kami kehilangan orang-orang. Aku kehilangan orang-orang. Dan pada akhirnya, aku memutuskan bahwa gunung ini adalah tempat yang lebih aman daripada kembali ke dunia yang masih menginginkan aku membunuh untuk mereka."