Siasat Hunter Penakut
Mereka secara serentak menolehkan kepala, memberikan tatapan mata yang sangat tajam, dingin, dan menusuk lurus ke arah Hunter teledor tersebut.
Jika tatapan mata bisa membunuh, pria itu pasti sudah hancur berkeping-keping di tempat. Menyadari kebodohan fatalnya, Hunter peringkat E itu hanya bisa cengengesan dengan canggung sembari melempar senyuman bersalah yang gemetar.
"Maaf–?!" ujarnya dengan suara berbisik yang sangat pelan.
Namun, belum sempat kata maaf itu selesai terucap sepenuhnya dari bibirnya, sebuah hantaman angin masif mendadak membelah kegelapan dari arah belakang.