Terjebak Gairah Siluman
"Dan aku tahu ciri para pemburu, yang paling umum. Mata yang lapar, namun berpura-pura ketakutan dan pasrah."
Keringat dingin merambat di punggung Wulan, namun ia tidak bisa mengelapnya. Tangannya terikat, tubuhnya terentang, dan kini tatapan siluman itu menembus lapis demi lapis kedok yang ia coba bangun.
"Aku memang lapar," Wulan berkata, memilih kata-kata dengan hati-hati. "Tapi bukan pada kekuatanmu. Aku ingin merasakan kenikmatan ini, sesuatu yang lebih dalam."