MANT(en)AN
“Gue minta maaf sama lo, Jay. Gue jadi ngerasa bersalah dengan apa yang terjadi antara lo sama Tasya. Pantes aja muka lo dari tadi kayak benang kusut. Ternyata lo terus-terusan mikirin masalah itu.”
Aku melenguh gusar, lalu mengarahkan pandangan ke jalanan yang ramai dengan lalu-lalang berbagai kendaraan. “Kalau masalahnya cuma bertengkar sama Tasya, gue juga nggak bakalan mikir sekeras ini, Na.”
“Maksud lo?” Risna mengerutkan dahi, masih merasa bingung dengan perkataanku.
Hot Chapters