AKU BUKAN SEORANG PELACUR
Aku seperti sedang berusaha melepaskan diri dari ikatan tali tajam yang menjeratku, teramat kuat.
“Siapa namamu?”
“Jasmine.”
Aku meneguk ludahku.
“Jasmine?” ulangnya. “Cantik sekali, mengingatkan saya kepada anak perempuan saya.” Pandangannya kembali mengisi sanubariku yang kosong, serta merta pikiranku yang kacau, dan hanya dengan mendengar suaranya, aku merasa seperti menemukan kedamaian baruku. Bahkan, melebihi kedamaian yang selalu kudapat ketika aku masih memiliki rumah dan tinggal bersama kedua orang tuaku.