Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku
Nara tersenyum sinis, melangkah pergi meninggalkan Scarleta yang langsung mengertakkan gigi.
"Anak pembawa sial, pantas orang tuamu mati!" umpat Scarleta dengan tangan mengepal. "Nggak ikut mati saja kamu!"
Langkah Nara seketika terhenti, amarahnya memuncak. Tangannya mengepal kuat, ia membalikkan badan, belum sampai dia melangkahkan kaki menghampiri gadis itu, sosok tinggi tegap dengan setelan scrub berwarna biru dongker itu sudah muncul dan menampar mulut Scarleta keras-keras.