Suamiku seorang Mata-Mata
“Olimpus itu rumah para dewa.”
“Benar.” Bu Dewi membelai lembut helai rambut Bayu satu persatu, membuat bocah itu bereaksi. “Dewa memiliki banyak kemampuan adikodrati yang bisa mencabik-cabik tubuh manusia. Kalau kita tanpa sengaja mengetahui wujud mereka tanpa kabut, kita beserta sari kehidupan yang menyertai, sekonyong-konyong menghilang begitu saja. Para dewa tak menerima penolakan, Bayu. Mereka punya kuasa dan kendali untuk memberimu perintah, bahkan kalau kau harus selalu menari di atas kuburan kedua orang tuamu sendiri. Kau tak punya pilihan lain karena dunia tak akan berpihak pada makhluk kecil tak berdaya sepertimu. Seperti kita.”
“Barusan itu.. sebuah metafora, kan?”
Bab Populer