Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MOIROE

MOIROE

Neo dan Lucien saling menatap untuk sesaat, Neo menyeletuk : "Mengapa aku tidak mendengar langkah mereka sebelumnya?" Lucien mengangkat bahunya, "Mungkin karena kau terlalu bersemangat?" "Lantas bagaimana denganmu? Apakah kau melihat mereka pergi sebelumnya?" Lucien kembali mengangkat bahunya, "Aku tidak." Neo hanya menepuk dahinya, "Ah dasar! Ayo masuk ke dalam." Lucien mengangguk, "Baiklah." ✓✓✓
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 836 Times as op-op no mi
Read
+Library
Till The End Of The World

Till The End Of The World

ia memeluk Sunmi semakin erat. "Ugh, Oppa lepaskan, kau berat. Dasar tidak tahu diri—hei!" ****
3.7K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as op-op no mi
Read
+Library
ITOPERA

ITOPERA

"Jeno! boleh minta nomor W******p nya ga?" "Kenalin, nama gue Joy." "Gue Rebeca." "Jeno, kalo lo butuh apa-apa jangan sungkan minta bantuan gue. Nama gue Aprilie." Luna mulai jengah, dia menyumbat telinganya dengan earphone tadi dan menaikkan volumenya, berniat mengusir suara riuh dari beberapa siswi yang masih ingin berkenalan dengan Jeno. Deg!
92.3K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as op-op no mi
Read
+Library
Reuni

Reuni

Dia memberikan tanda huruf M pada setiap pakaian dalam suaminya karena suaminya sering pergi ke luar kota karena urusan pekerjaannya, yang mana hal ini tentu saja membuat suaminya kerap keluar masuk hotel. Seorang pria jika sudah di luar rumah pasti dia adalah bujangan, dan dalam pergaulan pun tidak sedikit teman wanitanya. Mahira melakukan hal itu untuk jaga-jaga, setidaknya jika melihat huruf "M" di pakaian dalamnya dia akan teringat Mahira istrinya sehingga dia urung melakukan hal yang terlarang. Dimas pun tidak merasa keberatan ketika Mahira menulisi semua pakaian dalamnya itu dengan inisial namanya, dia paham akan apa yang ada di pikiran istrinya.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as op-op no mi
Read
+Library
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

“Laptop bisa dibawa, Wi-Fi bisa nyala di mana aja, tapi romantisnya udara gunung nggak bisa kamu d******d!” Seketika Vila itu hening. Raka melirik Anaya, Anaya melirik Raka. Lalu, seperti biasa, Opa mengeluarkan jurus pamungkasnya: “Kalau nggak mau, Opa mogok makan!” “OPA!” teriak mereka berdua bersamaan. “Ya udah, terserah,” kata Opa dengan nada paling dramatis sedunia. Ia menaruh sendok ke meja dan pura-pura lemas.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as op-op no mi
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status