Om-Om Pilihan Papa
Tapi aku yakin bisa menyerang sisi lain yang akan membuatnya bertekuk lutut untuk menghentikan perjodohan gila ini.
Sayangnya kali ini, aku tak memiliki apapun untuk bisa mencari tahu siapa sosok Om Bian yang sebenarnya. Ponselku, tidak ada. Laptopku? Tidak ada. Aku di rumah sakit tanpa bisa melakukan apapun. Tapi, lagi, ada 1001 jalan menuju Roma. Seperti halnya tadi pagi dan tadi siang, sore ini, aku yakin si botak bertubuh besar itu akan kembali datang untuk menemuiku di sini.