Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Dothe
Bagi Wuri, Awan adalah lelaki sempurna. Dalam pernikahan mereka, Awan selalu dapat memecahkan masalah dengan sangat baik. Wuri yang memikul beban mengurusi ayahnya yang sedang berjuang melawan keganasan pada otaknya tidak membuat Awan kendur mencintai Wuri. Awan, seorang dokter anastesi yang sibuk, kerap membuat Awan jarang pulang ke rumah. Delapan tahun pernikahan, Wuri dan Awan belum memiliki keturunan. Itu yang membuat pernikahan Wuri dan Awan mulai merenggang. Wuri semakin sensitif dan semakin posesif. Sikap Wuri yang posesif, membuat Awan kesal. Profesinya sebagai dokter anastesi yang mengharuskan dirinya pulang pergi bekerja, semakin membuat Wuri selalu curiga. Di lain sisi, Awan merasa pernikahannya semakin hambar karena sikap Wuri berubah. Awan mulai berubah, Awan yang biasanya selalu menyempatkan pulang ke rumah setiap ada waktu luang di ruang operasi, pada akhirnya tidak pulang dengan banyak alasan. Wuri semakin curiga. Hingga akhirnya, Wuri memutuskan untuk menyelidiki Awan di rumah sakit tempat bekerjanya. Wuri mendapati kenyataan bahwa Awan memiliki wanita lain, ditambah lagi diketahui Awan sudah menikahi Zia. Zia, seorang perawat kepercayaan Awan. Seorang wanita yang sudah memiliki satu anak, anak lelaki berusia lima tahun. Kenyataan itu yang membuat hati Wuri begitu perih. Pernikahannya dengan Awan diambang perpisahan. Wuri merasa, alasan selingkuh sudah cukup membuat Wuri memutuskan untuk meminta Awan untuk menceraikannya. Namun, kenyataan belum berpihak. Wuri dinyatakan positif hamil, tepat dua hari sebelum Wuri mengurus perceraian. Walaupun begitu, bagi Wuri, mencintai Awan seutuhnya sama seperti harapannya menggenggam Awan. Semua tidak akan bisa sampai kapanpun.
Rumah Tangga
1.8K viewsOngoing
Read
Add to library
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
Thriller
425 viewsOngoing
Read
Add to library
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

Aku adalah satu-satunya kelemahannya. Ketua Mafia Alex Mahardika, penguasa Kota Valenusa. Dan aku adalah permaisurinya. Namun beberapa hari sebelum anak kami lahir, aku dilempar ke Pertarungan Dermaga Hitam, tempat itu adalah tempat permainan kejam yang disiarkan untuk hiburan dunia mafia. Peluru beterbangan, jebakan tersembunyi menunggu di setiap sudut, setiap upayaku yang ketakutan dan menyedihkan untuk bertahan hidup disiarkan langsung di layar-layar raksasa. Lalu, aku mendengar suara tangan kanan kepercayaannya dari pengeras suara. "Bos, istri Anda akan segera melahirkan. Anda yakin mau berada di sini?" Aku membeku. Alex ada di sini? Beberapa saat kemudian, suara manis seorang wanita terdengar dari pengeras suara. "Lupakan jalang itu. Alex bilang satu-satunya hal yang penting hari ini adalah berada di sini bersamaku. Iya kan, sayang?" Itu Nadira Santoso. Putri dari Aliansi Valenusa. Kekasih masa kecil Alex dari Kota Valenusa, wanita yang selalu dia manjakan dan perlakukan secara istimewa. Selama bertahun-tahun dia menolak perasaan wanita itu, tetapi tidak pernah menolak kemauannya. Hari ini dia sedang dalam suasana hati yang buruk dan memaksa ingin menonton pertandingan maut itu, jadi Alex datang untuk menemaninya. Aku berteriak memanggil Alex, dan memohon bantuannya, tetapi dia tetap yakin aku adalah pembunuh bayaran yang menyamar. Karena Nadira tertawa dan berkata permainan itu perlu dibuat lebih menarik, dia menekan tombol itu. Anjing-anjing patroli yang buas mengejarku. Air ketubanku pecah, bercampur dengan darah di tanah. Aku pun kesakitan. Permainan itu mencapai puncaknya ketika lebih banyak anjing dan pria bersenjata mengepungku dari segala arah. Semua orang bertaruh siapa yang akan mati berikutnya. Alex tersenyum sambil berkata dengan suaranya yang rendah dan terdengar tidak peduli, "Aku bertaruh perempuan menjijikkan itu yang akan mati." Dia baru mengetahui kebenarannya ketika aku kehabisan darah di meja operasi, dan anak kami mati bersamaku. Mereka bilang ketua mafia yang kejam itu hancur. Benar-benar hancur.
Short Story · Mafia
947 viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
91011121314
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status