Ibu Susu Bukan Pengganti
Dia mendengar tangisan Carlo begitu mirip dengan suara Abram ketika pertama kali menangis di dekatnya, meski dia menyadari bahwa tangisan semua bayi pasti sama.
Kini, payudaranya mulai terasa sakit lagi. Bengkak, keras dan air susunya kembali merembes, membasahi bajunya. Air matanya jatuh dengan petir yang membelah langit.
"Apa boleh, aku menyusuinya?" Pertanyaan itu lolos dari bibir Denada, membuat wanita itu tersentak kaget.
"Aku, gak ada riwayat penyakit. Tenang saja," kata Denada berusaha meyakinkan, melihat bayi itu dengan tatapan sendu. Wanita itu menangkap ada kesakitan yang teramat dalam dari dalam kedua mata Denada.