Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Petaka Semalam di Kamar Adik Ipar

Petaka Semalam di Kamar Adik Ipar

‘’Mas, jangan!’’ teriakan Valerie terputus dengan bekapan Leo pada mulutnya. Leo seperti tak memiliki hati, bahkan semakin buas melakukan kekejian itu meski Valerie terus memberontak tiada henti. Saat itu, Valerie merasakan harga dirinya sebagai seorang Mahendra lenyap tak bersisa. Perlawanannya selama satu jam telah berakhir sia-sia. Air mata Valerie jatuh berderai— menyadari perih tak tertahankan berasal dari robeknya kehormatan yang susah payah ia jaga. Dan isakan itu sama sekali tak mempengaruhi Leo untuk berhenti dan malah melanjutkannya lagi, lagi dan lagi. Valerie memejamkan mata, berharap bahwa semua yang terjadi hanyalah sebuah mimpi. Tapi sayang, rasa sakit di selangkangannya menyadarkan Valerie bahwa hal terkutuk itu benar-benar terjadi. *** Dunia Valerie hancur ketika sang calon kakak ipar tak sengaja memasuki kamarnya. Padahal Leo akan segera menikah dengan kakak kandung Valerie. Lalu bagaimana dengan nasib pernikahan tersebut saat keluarga mengetahui siapa yang telah membuat Valerie berbadan dua? Bagaimana dengan Vania jika tau bahwa Leo memperistri adiknya sendiri?
Rumah Tangga
9.725.9K viewsCompleted
Read
Add to library
My Forbidden Mate

My Forbidden Mate

At 7am on the dot my alarm rings on my nightstand. After a brief moment of irritation I sprung out of bed to get ready for school. While brushing my long curly ember hair my phone dings incessantly on the bathroom counter. After picking up the phone the dread I already felt in my heart was amplified. It was my best friend Jesse wishing me a happy birthday but I for the life of me couldn’t understand what an 18 year old girl had to be happy about. When a woman turns 18 she is mated for life, she’d be made to quit school, produce children and satisfy their mates every need and urge. That’s all a woman was good for in this town and I’d be damned if I was going to sit down and shut up about it. After ignoring Jesse I finished dressing and strolled down stairs where my mother and father were still having their morning meeting with their subordinates. Alfa John and Luna Kate or not, I’d doubt they’d even notice I was leaving if I hadn’t slammed the door on my way out. I wonder if they were disappointed by my lack of interest of the ways of the pack or if they were just disappointed I didn’t have a penis between my legs. Regardless, I have no intention on going to my mating ball tonight. My parents have invited every male in our pack but there’s no way I was going without a fight! As I lift my fingers from the door handle I come to an abrupt stop eye to eye with my fathers beta Josh. In a low growl all I hear is “You didn’t think you could actually leave did you?”
Werewolf
4.7K viewsOngoing
Read
Add to library
Katakan Saja Ini Takdir

Katakan Saja Ini Takdir

odipee
"Waah, hadiah di pertemuan pertama dengan satu tamparan, bukankah ini keterlaluan," racau Vee. "Harusnya kau menciumku, atau bagaimana kalau kita di ranjang saja, bukankah kau ahli untuk urusan seperi itu Nona Rose?" Rose tercekat bagai menelan duri, ditatapnya nanar pria di depannya, ada apa ini, bagaimana pun Rose dapat menyaksikan betapa frustasinya seorang Vee Kanesh Bellamy, disamping perkataan ngawurnya, Rose melihat kedalam kelam matanya yang terlihat menyimpan beribu kegelisahan, Rose sangat mengenal Vee, namun perkataan yang baru saja diterimanya sangat menyakitkan. Rose ingin menimpali, namun Vee lebih mendahului. "Aku dengar kau kembali dengan putrimu, aah apakah itu hasil pegulatanmu yang menjijikkan dengan si Jeffry, atau kah dengan pria lain diluar sana?" Lagi, Rose merasakan panas di telapak tangannya yang baru saja hinggap di pipi tirus si pria, ia tidak pernah membayangkan sedikitpun kata-kata bak belati yang perih saat menyayat seluruh tubuhnya itu keluar dari mulut orang yang paling dicintainya namun, detik ini juga, orang itu adalah orang yang paling di bencinya. "Jangan bicara lebih atau kau akan menyesal di setiap ucapanmu, dan saat itu terjadi, aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa-apa walau kau mencoba sujud sekalipun," ucap Rose dingin menatap sengit pria yang masih menampilkan tingkah angkuhnya.
Romansa
1018.5K viewsOngoing
Read
Add to library
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Alin Fiazna
Laila adalah simbol cinta, perjuangan dan pengorbanan. Bagaimana ia hidup dengan air mata dan penderitaan. Sang bapak pergi untuk selamanya dengan sangat tragis, tewas karena dibakar massa. Ibu dan adik bungsunya pun menyusul, kembali pada Sang Pencipta. Adiknya yang nomor dua, dibawa lari orang jahat. Menyisakan Laila sendiri berjuang mencari jalan hidupnya. Mimpi Laila begitu tinggi. Ia ingin mencari ilmu ke negeri Musa, Mesir. Tapi ibarat meraih bintang di langit. Mustahil! Namun, dengan segenap kekuatan dan uraian air mata, Laila berjuang untuk meraih mimpinya. Walau dalam perjalanannya, ia diuji dengan banyak rintangan, terjebak cinta segitiga dan fitnah. Butuh pengorbanan besar untuk sampai ke titik tujuannya. Hidup Laila dalam kesulitan dan kekurangan, terkadang ia harus menahan perutnya yang perih, karena kelaparan. Tapi semuanya berubah, ketika seorang misterius menjelma menjadi pahlawan. Orang itu selalu mengirim nasi bungkus untuk Laila. Orang itu mengenalkan dirinya bernama AG. Laila tidak mengenal siapa AG, ia hanya menerka-nerka, namun do’a-do’anya untuk orang bernama AG mengangkasa tinggi menembus langit ketujuh. Do’a tulus untuk kebahagiaan pahlawannya, yang kelak dikabulkan Tuhan. Siapakah AG? Bagaimana Laila melewati rintangannya? Bagaimana ia meraih impiannya dan bertemu cinta sejatinya?
Lainnya
103.3K viewsOngoing
Read
Add to library
Kontrak dan Kebebasan

Kontrak dan Kebebasan

Setelah kematian kakakku, aku menandatangani pernikahan kontrak lima tahun dengan suaminya, Alexander Valendra yang adalah seorang mafia. Aku menjadi ibu tiri bagi keponakanku yang berusia lima tahun, Adriel Valendra. Di hari ulang tahunku, aku memakai kalung berlian milik kakakku yang sudah meninggal tanpa tahu apa maknanya. Saat acara makan malam keluarga, Adriel berjalan mendekat sambil membawa segelas anggur merah dan menyiramkannya ke wajahku. Anggur merah itu menetes di pipiku, aromanya yang tajam menusuk mataku dan mengotori gaunku yang putih. Dia menatapku, sorot matanya sedingin dan sekejam ayahnya. "Jangan pikir kamu bisa menggantikan ibuku hanya karena kamu sudah jadi bagian dari Keluarga Valendra," katanya sambil menyeringai. "Kamulah penyebab kematiannya." "Aku berharap kamulah yang mati. Jadi aku bisa menghancurkan batu nisanmu, dan bukan merayakan ulang tahun konyol ini." "Aku bersumpah, begitu aku dewasa nanti, hal pertama yang kulakukan adalah menenggelamkan kamu ke Sungai Mandira!" Kenangan itu menusuk setajam anggur tadi, dan yang bisa kurasakan hanyalah putus asa. Aku menatap anak yang sudah kuasuh selama lima tahun seperti anakku sendiri, dan rasa perih menusuk di dadaku. Aku dulu berpikir aku bisa sepenuhnya menyerahkan diriku untuk Keluarga Valendra, dan memenangkan hatinya dengan kasih sayang. Namun sekarang, aku hanya lelah dengan semuanya. Keluarga ini tak punya cinta, dan anak itu memandangku seperti musuh yang harus dihancurkan. Aku berhenti menipu diri sendiri. Sudah waktunya untuk melepaskan semuanya. Namun setelah aku pergi, Alexander dan Adriel kembali padaku, merayap seperti pecundang yang ketakutan, dan memohon ampun padaku.
Short Story · Mafia
2.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Ku Balas Kematian Anakku

Ku Balas Kematian Anakku

Sinopsis Dentuman keras mengguncang jalanan. Jeritan manusia, suara klakson yang memekakkan telinga, dan bau logam terbakar bercampur dalam kekacauan yang mengerikan. Amira tersentak sadar, kepalanya berdenyut hebat, darah hangat mengalir dari pelipisnya. Namun, itu semua tidak ada artinya. Yang lebih penting—yang lebih menyesakkan—adalah tubuh mungil di sampingnya. "Amanda... Sayang... bangun..." Suara Amira bergetar, tangannya gemetar saat menyentuh wajah pucat putrinya. Ada darah di dahinya, napasnya lemah, terlalu lemah. Dengan panik, Amira merogoh ponselnya, menekan nomor suaminya. Nada sambung. Satu kali. Dua kali. Tidak diangkat. "Reza, angkat! Tolong!" Tangisnya pecah, putus asa. Lalu, sirene ambulans terdengar. Harapan menyala di dadanya saat ia melihat seseorang berlari ke arah tim medis. "Reza..." bisiknya, nyaris tak percaya. Tapi langkah suaminya bukan menuju dirinya. Mata Amira mengikuti langkah tergesa-gesa itu. Di seberang sana, seorang wanita terbaring di atas tandu, wajahnya pucat. Di sampingnya, seorang anak laki-laki juga terluka. "Reza... tolong selamatkan anak kita..." suara wanita itu lirih, namun cukup menusuk telinga Amira. Dunia Amira seakan berhenti. Anak kita? Jantungnya mencelos, perih yang tak tertahankan menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu, kalimat berikutnya menghancurkan sisa-sisa kekuatannya. "Aku harus menyelamatkan mereka," suara Reza penuh kepanikan. Amira ingin berteriak. Ingin memanggil nama suaminya. Ingin memohon. Tapi ambulans itu melaju, membawa Reza pergi. Meninggalkannya. Meninggalkan Amanda. Di saat putrinya berjuang antara hidup dan mati, pria yang seharusnya menjadi pelindung mereka justru memilih wanita lain. Air mata Amira jatuh, bercampur dengan darah yang mengalir di pipinya. Hatinya hancur. Bukan hanya karena pengkhianatan. Tapi karena hari itu, ia menyadari... Nyawa mereka tak lebih penting dibandingkan cinta terlarang suaminya.
Rumah Tangga
101.0K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status