Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Janda Kembang

Janda Kembang

ejek Bella. "Jaga bicaramu, aku bukan gembel, walau aku miskin tapi aku bukan gembel, aku punya pekerjaan dan juga rumah." Bella tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Saras, "Kamu itu gembel, tapi kamu tak mau di sebut gembel? Kamu pernah ngaca gak? Hahaha!" "Kamu memang orang kaya dengan rumah mewah, tapi sikapmu tak ubahnya preman pasar, heh!" cibir Saras.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as gombalan pantun
Read
+Library
Tumbal Pengantin Wanita : Punya Suami Multimilyader yang Manja

Tumbal Pengantin Wanita : Punya Suami Multimilyader yang Manja

Gadis itu masih sedang bernyanyi sambil memainkan gitar --- Berbicara tentang sumpah sehidup semati Melihat kembali dunia yang makmur ini Saat-saat mencintaimu seperti kereta bawah tanah yang berlalu; Sudah berkata tidak akan meneteskan air mata Sekarang mataku terasa panas; Mencintai mulut harimaumu Aku lolos dari bahaya ... Dia menyanyikan kedua bait terakhir berulang kali --- Mencintai mulut harimaumu, aku lolos dari bahaya ... Walaupun berkata tidak akan meneteskan air mata, tetapi matanya masih terasa panas.
9.41.7M viewsCompletedAdded to Library 47.8K Times as gombalan pantun
Show Reviews (279)
Read
+Library
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Read All Reviews
Gadis Terakhir

Gadis Terakhir

“Mami, Papi lagi gombal ya?” “Kenapa kamu ngerti kata gombal, sih?” tanya Aarav pura-pura terkejut. Aga menjawab santai, “Soalnya Papi sering banget gombalin mami tiap malam.” Sifabella buru-buru mengalihkan. “Ayo, kita cari sayur dulu. Jangan bahas gombal-gombalan.” Mereka lalu tiba di stall sayur. Penjualnya, seorang nenek lokal yang mengenakan apron floral, menyapa dengan hangat.
1042.4K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as gombalan pantun
Read
+Library
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

Hingga jemari tangannya berhenti pada salah satu kolom iklan yang terpampang di browser ponsel. DIBUTUHKAN PEMBANTU RUMAH TANGGA DENGAN GAJI TINGGI DENGAN SYARAT TERTENTU. BERMINAT? HUBUNGI KAMI. Celia yang penasaran pun akhirnya menghubungi nomer yang tertera. Dan tidak berapa lama akhirnya pesannya dibalas. Pesan dari iklan pembantu rumah tangga :
7.4K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as gombalan pantun
Read
+Library
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Dia menghela napas dalam-dalam, dan rasa kesepian serta kesedihan terpancar di matanya. "Jika anak ini lahir di Bumi, dia pasti akan menjadi pangeran yang melankolis dan flamboyan..." Lin Yang mengeluh. Tak lama kemudian, semua kontestan naik ke panggung untuk membacakan puisi dan menggubah lirik, tetapi sebagian besar hasilnya biasa-biasa saja, dan beberapa bahkan mempermalukan diri sendiri. Apa maksud dari pepatah, "Sekumpulan ayam panggang terbang ke selatan, dan dua bebek panggang menuju ke utara"?
2.5K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as gombalan pantun
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Ia tidak ingin melihat sorot mata Kinanti, tetapi bayangan pantulan gaun sutranya di lantai membuat kepalanya semakin tertunduk. ​“Cepat sedikit, pecundang,” Kinanti akhirnya bersuara, menggunakan sebutan yang hampir menjadi nama panggilannya. Ia menyesap kopinya dengan elegan, seolah pemandangan suaminya berlutut membersihkan pecahan kaca adalah hal yang biasa—dan memang, itu adalah rutinitas yang biasa. ​“Kau tahu, Arya,” Kinanti melanjutkan, suaranya kini terdengar seperti belati yang diasah,
10837 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as gombalan pantun
Read
+Library
Can You See Me?

Can You See Me?

Lelaki itu tampak diam. "Woi! Tumben lo gak ngegombal. Gue kangen denger gombalan lo," celetuk Rangga membuyarkan keheningan. "Mau gue gombalin gak Ngga?" tanya Rallin menatap Rangga. Rangga dengan senang hati menganggukkan kepalanya antusias. "Lo tau gak persamaannya lo sama jemuran?" "Gak tau."
1022.5K viewsCompletedAdded to Library 675 Times as gombalan pantun
Show Reviews (58)
Read
+Library
ms huang
ceritanya bgs .... aku singgah bawa 5* kk...smangattt yaaa.... intip karyaku juga yukkk kk...judulnya KEKASIH BRENGSEKKU. hari ini up bab 18. cerita ttg hubungan toxic yang sering juga kita jumpai dikehidupan nyata. makasiii kk ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Berangkat Miskin Pulang Kaya

Berangkat Miskin Pulang Kaya

' Alah apaan. Sari terkekeh, senyumnya membuat dadaku serupa gempa. Getar-getar aneh. "Mas bisa juga gombal," serunya seraya tersenyum manis. "Suka digombalin enggak?" "Ora!" "Bohong." Aku memutar otak mencari gombalan yang pas. "Jawab, ya." "Ora!" serunya agak tinggi. Sari menutup mulut menahan tawa.
1037.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as gombalan pantun
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Ia tampak enggan membuat pantun juga tak pandai. "Hehe, tidak bisa," katanya menyengir. "Ah, tidak seru! Satu sajalah. Seorang pengacara masak tidak bisa pantun?" Alifa memaksa. Ketika dia menatap wajah Amanda antusias, dia menyadari bahwa dia membutuhkannya. "Baiklah." Ia terpekur sejenak dan mulai melontarkan pantunnya. "Satu...dua...tiga...adalah bilangan...."
105.2K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as gombalan pantun
Read
+Library
Love of My Life

Love of My Life

gerutu Pandan sebel. "Bejalan hendak menepi. Supayo idak tepijak kanti. Becakap piaro lidah. Supayo kanti idak meludah." Pandan terdiam. Soalnya ia sama sekali tidak tahu apa arti kata-kata si Mahater ini. Dia yang dari lahir dan besar di ibukota seperti ini, manalah ia mengerti bahasa daerah Jambi. Lain kalau tadi ibunya yang diberi jawaban berpantun seperti ini. Pasti bisa langsung dibales dengan sama merdunya oleh ibunya. Lah dia ini kan tahu pantun cuma dari acaranya almarhum Olga dan Kang Opick doang. Paling pantun yang melekat di kepalanya itu adalah kata-kata; masak aer biar mateng. Dan dijawab audiens dengan kata; cakeppp. Dah itu aja.
9.921.6K viewsCompletedAdded to Library 820 Times as gombalan pantun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status