Suami yang Tak Pernah Menyentuhku, Memelihara Wanita Lain Di Luar
Suamiku memiliki kecanduan seksual yang parah. Namun, selama tujuh tahun pernikahan, dia malah tidak pernah menyentuhku. Setiap pagi dan malam, dia akan berendam air es yang dingin dan lengannya penuh bekas tusukan jarum untuk menekan hasratnya. Aku sudah beberapa kali berinisiatif karena merasa kasihan, tetapi dia hanya menahan diri dan mencium keningku.
"Jinny, jangan bodoh. Aku berbeda dengan para binatang itu. Aku mana tega membuatmu sakit. Demi kamu, aku rela menjalani cinta platonis seumur hidup," balas suamiku.
Kegigihan suamiku yang berbeda dari orang biasa itu bertahan selama tujuh tahun. Meskipun harus berkali-kali menahan diri sampai masuk rumah sakit, dia juga tetap tidak ingin melewati batasan sedikit pun.
Hingga pada hari jadi pernikahan kami, seorang gadis datang membuat janji operasi perbaikan selaput dara untuk yang kesembilan kalinya. Setelah obat bius disuntikkan ke dalam tubuhnya, wajahnya memerah dan mulai menangis seperti anak kucing saat kesadarannya kabur.
Aku menggelengkan kepala saat melihat tubuhnya yang penuh bekas ciuman, mengira dia hanya seorang gadis tersesat lainnya. Hingga aku mendengar tangisan terakhirnya dengan suara parau.
"Henry, kamu bajingan."
Tanganku langsung gemetar dan hampir tidak bisa memegang pisau bedah dengan stabil. Semua ini karena suamiku juga bernama Henry.