MELAYANI TEMAN SUAMI
Terus membawa Nila melangkah.
"Mampir makan dulu?" Di perjalanan Mada menawarinya, disambut anggukan semangat perempuan itu.
"Nanti pulangnya beliin buat Mama."
"Tapi, Mas,"
"Apa?" Mada menoleh sejenak dari jalan melihatnya. Nila tampak sungkan saat akan bicara.
"Katakan, mau apa lagi?"
"Aku mau nonton." Pelan dia ucapkan sambil menunduk memainkan kuku tangan. "Sekalian, mungpung di luar. Jarang-jarang, Mas," tambahnya.