Mencuri Hati Tuan Hamish
Rembesan hangat air susu di dadanya hari itu, sampo yang tumpah, lantai kamar mandi yang licin, rasa yang menghujam di perutnya, lalu aliran darah yang hangat juga deras di kedua pahanya.
Jantung Kalea mencelos. Tangannya yang lemas mencoba bergerak, meraba perutnya. Dan yang ia rasakan hanya bebatan perban di sana. Perutnya pun tak sebuncit yang ia ingat. Tak sekeras dan setegang sebelum-sebelumnya. Pun tak ada tendangan atau pula pergerakan. Ia merasa kosong.
Kalea mulai panik, tubuhnya ikut bergerak. Namun, rasa ngilu langsung menjalar dari perut. Wajahnya meringis.