Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali
Setelah terlahir kembali, Susana Septino baru menyadari bahwa dirinya telah kembali ke tahun 1989.
Di tahun itu, dia berusia 30 tahun, sementara Brian Cohadi, suaminya, berusia 35 tahun. Baru saja terpilih sebagai akademisi termuda di Akademi Ilmu Pengetahuan Kutosia, Brian dikenal sebagai talenta andalan negara dengan prospek yang nyaris tak terbatas.
Mereka memiliki anak kembar berusia sepuluh tahun.
Semua orang bilang dia beruntung, pintar memiih suami, dan memiliki anak yang lucu-lucu.
Namun, hal pertama yang dia lakukan setelah terlahir kembali adalah berkonsultasi dengan pengacara dan menyusun dua perjanjian perceraian.
Dia menelepon ke kantor suaminya dan kebetulan asistennya yang menjawab. Mengetahui dirinya yang menelepon, asisten langsung menjawab, "Kakak Ipar, Pak Brian sedang sibuk dan nggak punya waktu."
Dia pergi ke lembaga penelitian untuk mencarinya, tetapi sekuriti menghentikannya di depan gerbang. "Maaf, Pak Brian nggak menerima tamu."
Tiga hari kemudian, dia membawa perjanjian cerai itu kepada cinta sejati suaminya.
Dia mendorong perjanjian cerai di depan Emily Juwanda. "Suruh Brian menandatangani perjanjian cerai ini. Mulai sekarang, dia dan kedua anak itu akan menjadi milikmu," katanya dengan nada datar.