Di Tepi Tebing
Sebelum memukul benda itu aku mengacungkan jari tengah, aku bisa bayangkan merahnya wajah bang Rey bila melihat rekaman CCTV nantinya.
Selamat tinggal, laki-laki br*ngs*k.
Dadaku semakin berdegub kencang ketika melewati pintu belakang yang mengarah ke halaman belakang. Ada pintu kecil, yang sudah lama tidak kami pakai, pintu itu menuju lorong kecil di samping rumah yang bisa tembus ke jalan besar. Sangking lamanya pagar itu berkarat dan di tumbuhi ilalang, dan aku menyimpan kunci duplikatnya. Pintu itu berderit ketika aku buka, langkahku terhenti, ku tengok ke kanan ke kiri semoga orang-orang di rumah ini tidak ada yang menyadari.
Bab Populer