Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi. Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat. “Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.” Sepuluh menit kemudian, mereka datang. Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi. “Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?” Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir, “Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.” Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi. Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba. “Aku sudah nggak punya keluarga lagi.” “Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”
Short Story · Realistis
5.8K viewsCompleted
Read
Add to library
One Night Stand

One Night Stand

Anaheim, the Home of Disneyland in California City famous for Hockey stadium, art museum, convention centres. Among them, it is also famous for nightclubs. On a busy night in California Girls Anaheim(Adult Entertainment Club), Nicolas Winston searches for a girl to spend the night with. While looking around, he come across Elena who just undergone a break up, came to the club to get drunk. Nick sees Elena and ask her to sleep with him. In the beginning she rejects him but later she'll accept the offer. Both of them decides to hook up and end up in a hotel. When Nick comes to know that Elena is still virgin, he drops the idea of sleeping with her. Elena gets excited about Nick and ask about his love life since he talked lot about 'first time' and 'virginity'. Nick and Elena share their love story to each other's. They become friends from One nightstand. Nick and Elena meet again and again on different occasions and share their love stories. Nick helps Elena to overcome her truma from her past life and in return Elena helps Nick overcoming his lost love. Soon, they fall for each other without knowing. Nicolas's side story - High School Love. Elena's side story - Office Romance.
Romance
1019.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan

Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan

Menikah selama delapan tahun dengan suamiku, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan kami, dia selalu mengatakan maskapai sudah mengatur penerbangan untuknya dan memberiku sepasang anting-anting mahal untuk membujukku. Namun di hari ulang tahun pernikahan kami tahun ini, aku tidak sengaja mendengar candaannya dengan teman-temannya. “Kak Rio, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan, kamu selalu bersama Nadia, apa Jessica sama sekali tidak menyadarinya?” “Pantas saja dia tidak bisa hamil, bagaimana pun ketika giliran dia, kamu sudah kehabisan tenaga.” Rio Aditya menghembuskan asap rokok dan menjawab, “Nadia meninggalkan segalanya demiku, aku harus memberinya sebuah keluarga.” “Sedangkan Jessica, sejak dia keguguran aku sudah tidak mencintainya lagi. Jika waktunya sudah tiba aku akan mengajukan cerai, meskipun ini tidak adil baginya, tapi aku akan mencari cara untuk menebusnya dengan uang.” Sepertinya Rio tidak akan memiliki kesempatan itu lagi, di hari ulang tahun pernikahan kami, aku didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Jika sudah tidak cinta, aku juga sudah siap meninggalkannya. 'Rio, mulai sekarang kita akan berpisah dengan damai dan tidak akan bertemu lagi.'
Short Story · Romansa
1.7K viewsCompleted
Read
Add to library
ONE NIGHT OF PASSION

ONE NIGHT OF PASSION

purelily
"All she wanted was a spark, a fire that would burn her skin. She craved passion, wildness, and insanity." Among all the reckless things she'd done, sleeping with a complete stranger might have been the craziest. Things would have been different if she wasn’t still haunted by thoughts of the man who, for one night, brought three-fourths of her fantasies to life. Coral had given up hope, knowing that in a city of over two million people, finding a man whose face and name she didn’t know was impossible. But then she met him again—on a blind date. Lucian Andersen, the son of one of her father’s closest friends. He was devastatingly handsome, a cold heartthrob, dangerous, and whenever he smirked, shivers danced down her spine. Her mind went blank, reeling from the shock that out of all the people in the world, it was him she had shared that wild night with in an unknown room. The date might have been ordinary, but then the man, with an ego larger than a football stadium, said something that left her breathless. “I want to marry you, Coral Shen.” The butterflies in her belly might have danced at his proposal, but they died instantly upon hearing his true intentions. He didn’t love her. Hell, she wasn’t even sure if he liked her. But she knew one thing: the marriage proposal was purely for business. Coral refused, but the twists of fate had other plans. Against all odds, she found herself asking him to be her fiancé.
Romance
3.5K viewsOngoing
Read
Add to library
Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Untuk ke-99 kalinya tunanganku, Javier, menutup teleponku. Aku menyeret diriku menuju gereja keluarga sambil menggenggam erat hasil diagnosis gagal ginjal stadium akhir di tanganku. "Pastor, aku ingin melepaskan diri dari Keluarga Pramudya dan membatalkan pertunanganku dengan Javier Laksmana." Belum sempat kata-kata itu benar-benar meninggalkan bibirku, orang tuaku tiba-tiba menerobos masuk bersama adik angkatku, Tasya. Ayahku, seorang penasihat mafia, tidak ragu sedikit pun. Dia menamparku keras, tepat di depan pastor. "Tunanganmu adalah seorang pewaris Mafia yang dihormati di dunia kita, dan kamu memilih untuk menghina dia!" "Kamu mencoreng nama keluarga kita di depan seluruh organisasi!" Ibuku merebut hasil diagnosis dari tanganku, lalu mencibir setelah sekilas melihatnya. "Berpura-pura sakit demi menarik perhatian lagi, ya? Apa yang kamu inginkan kali ini?" Adik angkatku, Tasya, berpegangan pada lengan kedua orang tua kami. Suaranya tersendat oleh tangis. "Aku minta maaf, Kak… Kakak boleh mengambil tempatku di gala. Tolong… jangan buat Ibu dan Ayah susah lagi!" Aku mengusap darah yang menetes dari hidungku, lalu dengan tenang mengulangi perkataanku kepada pastor, "Aku bukan lagi putri Keluarga Pramudya. Aku tidak layak menjalin pertunangan dengan Keluarga Laksmana." "Aku akan mati dalam tiga hari. Aku ingin pertunangan ini dibatalkan sebelum itu."
Short Story · Mafia
4.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Sebuah kecelakaan memberikan seorang pria yang sakit parah kekuatan mental dan pikiran yang luar biasa, yang membuatnya menghabiskan hari-hari terakhirnya sebagai satu-satunya orang yang mampu melawan teroris, atau menjadi senjata pamungkas pemimpin teroris megalomaniak. Sebelum masuk ke dalam mesin MRI (magnetic resonance imaging), Khaled Thunderhawk hanyalah seorang pria biasa dengan kanker stadium akhir. Namun ketika sedang menjalani prosedur pemeriksaan, terjadi gempa bumi yang dahsyat. Selamat dari reruntuhan, Khaled berubah menjadi manusia super dengan kemampuan otak yang luar biasa. Di belahan bumi lain, Salvatore Barone menginginkan sepotong kemampuan Khaled. Menyamar sebagai ilmuwan perintis, pemimpin teroris tersebut telah melakukan eksperimen implan otak dalam upaya menciptakan agen jihad supe, dan otak Khaled yang berubah mungkin akan menjadi kunci keberhasilannya. Namun Khaled menolak untuk menjadi pion dalam perang yang mengatasnamakan agama di balik ambisi dan dendam pribadi Salvatore. Dan ketika seorang wanita yang tak berdosa dan seorang anak autis disandera untuk memaksanya bekerja sama, dia memulai jihadnya sendiri. Khaled dan sekelompok sahabat setianya terlibat dalam pengejaran mematikan yang dimulai dari kanal-kanal Venesia, jalan-jalan Monte Carlo, dan akhirnya ke sebuah gua purba di pegunungan Hindu Kush, Afghanistan. Di sana dia menemukan bahwa kekuatan barunya dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan umat manusia.
Thriller
101.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Met You In Battlefield

Met You In Battlefield

Writer LilFlower
Since we have brought trophy to home I wanted to bring my everything to my home. I wanted us to change our relationship status from being dating to being married. I wanted us to be forever couple. Since our everything start from this very stage I want this stage to complete that everything. And I know you had the idea of me proposing you on the finale. So it's not fully surprising for you. I Chiean Hwa on my knees asked you to be my forever partner, the one with whom I want to share my happiness, my sorrows, and create the moments that's out of the world for me. Since you were the first and last one to knock on the door of my heart. Will you marry me? "proposed Chiean Hwa. The whole crowd were moved in tears by hearing the proposal. Because whatever Chiean Hwa just said can be felt by everyone. Anyone can see his feelings. As the crowd look at Yang Zishu for his answer. And even the fearless Chiean Hwa felt nervous when Yang Zishu didn't replied instantly. As Yang Zishu step back a little as he replied by looking at ground, "No! I won't marry you." A loud gasp could be heard in the stadium as everyone is shock and surprised to hear the answer of Yang Zishu. Everyone in the e sports field knew that Chiean Hwa and Yang Zishu are perfect for each other and everyone predicted that if one day any one of them proposes to another the answer will be instant yes. But the scenario has changed as Yang Zishu replied no and walked away from the stage leaving Chiean Hwa and everyone in confusion.
LGBTQ+
2.8K viewsOngoing
Read
Add to library
No More Pleading for You

No More Pleading for You

On my birthday, I personally prepare 16 dishes. After setting up the candlelight, I open a bottle of red wine. I take a photo and send it to my husband, Eric Sinclair. "I'm working late tonight. Don't wait for me," he replies. I choose to believe him. But after midnight, I notice an Instagram story posted by Shirley Huxley, his secretary. Eric was there with her, dressed in the trench coat I once gave him. They sat side by side in the VIP seat of football stadium where my favorite Super Bowl take place. Entwined in a passionate embrace, they kissed beneath a sea of shimmering lights and the roar of thousands of fans. That game is the one I have always longed to experience with him. I look down at the cold food on the table. Eric's words keep ringing in my head. "I hate kissing." "Marriage is a partnership, not about love and kisses." Though we've been married for ten years, we've never shared a single kiss. Meanwhile, he's out there, kissing Shirley openly and passionately. Despite it all, not a single tear falls from my eyes. The next day, Eric settles into his chair, completely unfazed. "Return the gallery to Shelly," he commands. I nod quietly, saying nothing. Suddenly, Layla Sinclair, my daughter, comes running down the stairs and throws herself into Shirley's arms. "Aunt Shirley, you're my favorite. I don't like Mom!" In that instant, it hits me—the home I devoted my heart and soul to means nothing anymore. It doesn't matter that I've been married to Eric for a decade. Now, all I want is to find myself again. I decide to accept an invitation from the Parisoir School of Fashion Design. From this moment on, I won't wait for them to come home, and I won't look back.
Short Story · Romance
6.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Winter's Tale

Winter's Tale

cahya46
Angel membawa semua jiwaku pergi saat kematiannya. Kami saling mencintai tapi Tuhan lebih mencintainya. Aku tidak bisa menggantikannya dengan siapa pun. Aku benci menjadi pria tidak berguna, bahkan tidak bisa menyembuhkan penyakitnya. Atau mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Penyakit Kanker serviks stadium akhir. Mengantarnya pada keabadian. Sampai gadis ceroboh tapi ceria mengusik ketenanganku... Aku sangat membencinya karena membuatku terpengaruh akan kehadirannya. Bahkan dia masih sangat belia...apalagi statusnya yang masih saudara sepupu dari iparku membuatku enggan menjalin hubungan dengan gadis itu. Aku berusaha mengabaikan kehadirannya, tapi semakin kuhindari dia seperti lintah menempel disisiku terus... Dasar gadis ceroboh keras kepala. Austin Gerald Klein Aku melihatnya dengan kekasihnya, wanita yang cantik dengan binar kebahagiaan di manik matanya, dia selalu tersenyum diantara kondisinya yang tidak sempurna, wanita itu bahkan duduk diatas kursi roda dan yang kudengar sedang sakit. Aku mencintai Austin sejak pertama kali bertemu. Tapi aku bukan gadis perusak suatu hubungan, aku tahu batasanku walau aku masih belia. Jadi kurasa aku hanya MENGAGUMI. Aku tidak mau bersaing dengan wanita yang bahkan sedang berjuang demi kesembuhannya, dan dia membutuhkan Austin untuk kesembuhannya. Aku berdoa untuk kebahagiaan mereka. Aku pergi menjauh membawa rasa patah hatiku. Cintaku harus layu sebelum berkembang. Amanda Patricia Dexter Aku bersyukur di sisa hidupku aku bisa melaluinya dengan orang yang paling kucintai. Aku merasa tidak pantas untuknya.... Tapi aku ingin egois untuk terakhir kalinya. Aku tak akan melepasmu Austin. Aku membutuhkanmu.... Aku tahu ada satu gadis yang harus patah hati karena kebersamaan kita. Maaf Amanda aku menyayangimu tapi aku akan mengakhiri hidupku bersama Austin . Hanya untuk sisa umurku, bersabarlah... Amanda - Austin. Angela Jennar
Romansa
102.6K viewsOngoing
Read
Add to library
Melepas Cintaku Demi Cintamu

Melepas Cintaku Demi Cintamu

"Rena, aku akan selalu mencintaimu!" desah Jeremy tak tertahankan. Tepat saat dia hampir mencapai klimaks, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, layar ponselnya menyala. Begitu Jeremy melihat nama yang tertera, tubuhnya langsung menegang. Rena mendengarnya mengangkat telepon dan berkata, "Halo?" Di tengah sunyinya malam, suara dari ponsel terdengar sangat jelas, "Jeremy, kamu tahu nggak ... Nadia ...." Jeremy buru-buru memotongnya dengan suara rendah dalam bahasa asing, "Kecilkan suaramu, ini bukan waktu yang tepat." Lawan bicaranya langsung berganti bahasa, tetapi suaranya tetap terdengar keras, "Hasil pemeriksaan rumah sakit sudah keluar. Nadia kena kanker stadium akhir. Hidupnya tinggal sebulan! Dia ingin jadi istrimu. Kamu bisa nggak kabulkan keinginan terakhirnya sebelum dia pergi?" Ekspresi Jeremy langsung berubah drastis. "Apa?! Tunggu aku!" Setelah menutup telepon, dia menoleh ke Rena dan berkata dengan lembut, "Rena, aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Kamu istirahat saja dulu, nanti aku segera balik." Tanpa menunggu jawaban darinya, Jeremy buru-buru pergi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. Dia meninggalkan rumah tanpa menoleh sedikit pun. Sesaat kemudian, layar ponsel Rena menyala. Ternyata pesan dari Nadia. [ Rena, kamu kalah. Dari dulu aku sudah bilang, Jeremy itu milikku. ] Tepat di bawahnya, ada pesan lain yang dikirim tiga hari lalu. [ Kalau aku kena kanker, menurutmu Jeremy bakal ninggalin kamu buat datang ke aku nggak? Aku yakin dia pasti datang. ] Tatapan Rena perlahan terangkat dari layar ponsel ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Jeremy tidak tahu, dia sudah lama belajar bahasa asing itu. Seluruh percakapan tadi, didengar dan dipahaminya dengan jelas. Sejenak kemudian, wajah Rena menyunggingkan senyuman yang begitu pahit dan menyedihkan. "Iya ... aku memang kalah ...."
Short Story · Romansa
5.9K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status