Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Na Véspera do Casamento, Decidi Fazer um Aborto

Na Véspera do Casamento, Decidi Fazer um Aborto

Na véspera do nosso casamento, Leonardo Silva foi brutalmente agredido em um incidente inesperado. Quando cheguei ao hospital, desesperada com a notícia, ele já não me reconhecia mais. Os médicos diagnosticaram uma amnésia temporária causada pelo trauma na cabeça. Então, fiz de tudo. Planejei roteiros. Refiz nossos passos. Levei-o aos lugares que guardavam nossas memórias. Tudo para reacender algo, qualquer coisa. Mas, numa das visitas ao hospital, durante uma simples consulta de retorno, ouvi por acaso uma conversa entre ele e os amigos: — A Sabrina se esforça tanto por você. Isso não te comove? — Perguntou um deles. — Comover? Dá até enjoo. — Respondeu Leonardo, rindo. — Ela só me leva nos mesmos lugares de sempre. Tudo sem graça. As novinhas, sim... Sabem inovar. — E por que ainda vai se casar com ela? Se fosse eu, eu já teria cancelado o noivado e ido aproveitar a vida. Leonardo explodiu: — Cala a boca! Como pode dizer isso? Eu amo a Sabi! Nunca romperia com ela! Eu vou me casar com ela! Só... Talvez com um pequeno adiamento. Naquele momento, olhando o relatório médico perfeitamente normal em minhas mãos, tudo fez sentido. Não há grito que desperte quem escolheu fechar os olhos.
Baca
Tambahkan
Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Selama enam tahun, aku diam-diam menjalin hubungan dengan saudara tiriku, Draven, yang juga ahli waris keluarga mafia. Setiap malam, sentuhannya menjelajahi tubuhku, penuh hasrat yang mendesak. Tatapan yang dia berikan padaku di saat-saat intim itu membuatku percaya bahwa akulah satu-satunya perempuan yang mampu menyalakan gairah seperti itu di dalam dirinya. Sampai satu bulan lalu, ketika aku mengetahui bahwa aku hamil. Sehari sebelum Hari Valentine, aku masuk diam-diam ke ruang kerjanya, berniat memberinya kejutan. Dari celah pintu, aku mendengarnya berbicara dengan Rian, penasihat keluarga. "Kamu belum bosan dengan Alana, adik tirimu itu? Pertunanganmu sudah tinggal menunggu waktu. Jangan bilang kamu benar-benar jatuh cinta padanya." Senyum dingin terukir di wajahnya. "Jatuh cinta padanya? Dia hanya target yang terlalu mudah, datang sendiri ke dalam genggamanku. Terlalu sayang jika dilewatkan." "Ibunya telah membuat ibuku mati sebelum waktunya. Enam tahun ini adalah harga yang harus dia bayar. Dan dia pantas menerima semuanya." "Dan seperti yang sudah kukatakan, istriku kelak hanya Sabrina Santoso. Tidak akan ada yang lain." "Pernikahan itu akan mengamankan jalur penyelundupan pelabuhan Keluarga Santoso dan hanya itu yang penting." Jadi, cinta yang selama ini kupercaya hanyalah sandiwara balas dendam yang disusun dengan rapi. Setiap pelukan darinya hanyalah kebohongan yang terencana. Baiklah. Sudah saatnya aku dan anak kami yang belum lahir lenyap sepenuhnya dari hidupnya.
Cerita Pendek · Mafia
17.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
131415161718
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status