Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

Tidak berapa lama Bibi kembali, dia membawakan minyak urut untuk Safira. "Maisya...kamu dimana, Nak? Mama kangen kamu," kata Safira. "Nanti biar aku minta tolong Mas Sudiro biar cari tahu alamat Maisya," kata Sania. "Aku bisa minta tolong sendiri, jangan sok baik kamu," kata Safira sinis. Sebaik apapun Sania, di mata Safira dia tetap jahat. Tukang urut datang, Safira segera di urut. Tetapi Safira malah kesakitan dan berteriak-teriak sehingga Alma berjalan menuju kamar Safira.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 804 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
KETIKA ART-KU DIPANGGIL MAMA OLEH ANAKKU

KETIKA ART-KU DIPANGGIL MAMA OLEH ANAKKU

*Ya* *Ada acara buat orang tua Namun sepi tiada panitia Walau kau janda beranak dua Tapi ku pasti selalu setia.* Kali ini Safira menutup mulutnya menahan tawa. Kepala Danang mendongak melihat wanita itu hingga membuat Safira salah tingkah. Ponselnya bergetar lagi. Safira tak tahan untuk membuka isi pesan itu meskipun Danang seperti mengawasinya. *Dari Kanada naik sepeda Ke tanah Arab bertemu unta
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

suaraku lembut, membalas kehangatan pelukannya. “Alhamdulillah, Ibu juga sehat, Nak. Ibu kangen sama kamu.” Ciuman demi ciuman menghujani wajahku, membangkitkan rindu yang telah lama terpendam. “Ini siapa, Nak?” “Ini Satya, Bu, anak dari majikan Bapak dulu,” jawabku pelan. Satya tersenyum, sedikit canggung tapi hangat. “Em… kebetulan saya ada dinas di Jakarta, jadi saya antar Zahra ke sini dari desa,” katanya singkat.
472 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Tiga. Dua hari ternyata tidak membuatku benar-benar bisa menghafal pidato ini dengan benar. Beberapa kali aku lupa isi yang sedang kuhafalkan. Ini terlalu rumit. Namun, Sae terus saja memberiku semangat. Dua hari ini, entah itu pagi, siang, sore atau malam, dia akan mengirim stiker berupa beruang cokelat yang menggebu-gebu dibakar api. Itu adalah tanda seseorang yang sedang bersemangat.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

tunjuk ibu Hasnah yang membuat Tenri sujud bersimpuh di kaki ibunya. “Maak … maafkan Tenri, Mak … ampuni Tenri. Tenri tidak bisa kawin sama Faisal, Saya yakin kalo mas Tyo yang lebih baik untuk Tenri. Ampuni saya Maak ….” Tenri tunduk mencium kaki ibunya sambil menangis tersedu-sedu. Tyo pun duduk berlutut di samping Tenri, wegdes ibu Hasnah meluncur dengan keras hingga membuat pipi Tyo menjadi memar.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status