KISAH CINTA YANG TERNODA
Safar mulai melayangkan kecupan bertubi pada pipi dan bahu istrinya yang terbungkus gamis hijau sage dengan hiasan bunga-bunga kecil.
“Apaan sih, Mas. Mau pergi juga. Udah lengkap begini, masa mau mandi lagi, jadi lama nantinya,” elak Sawitri.
“Cepat saja, mandinya nanti di kolam renang kalau habis berenang.” Safar gigih dan tak ingin mundur.
“Tadi subuh kan udah, Mas.” Sawitri masih berusaha menolak keinginan mendadak suaminya itu.