Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Mereka justru terlihat bingung. "Ibu?" Evara menubruk Safira. Safira nyaris jatuh terjengkang karena pelukan Evara. "SATPAM!!!" Jerit Safira setinggi langit. Tangannya menerima pelukan Evara yang menangis terisak - isak. Siska merasa kehadiran Safira kali ini sangat membahagiakan. Beberapa security datang berlari entah dari mana. Kedua pemuda brengsek itu tercebur ke dalam kolam karena tendangan Safira.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Mendadak Sah

Mendadak Sah

Seakan mengerti apa yang tengah dialami putrinya, mama Hesti mengusap penuh kasih sayang punggung tangan putrinya. Canggung dan khawatir adalah 2 diantara perasaan yang kini melanda Runa. Langit tanpa awan diminggu malam yang cerah menjadi saksi bisu atas pernikahan yang baginya tak masuk akal ini. Setelah Ijab Kabul yang dilakukan Chandra dalam sekali tarikan nafas dan penuh kepercayadirian, Runa tak tahu ingin berekspresi seperti apa. Dia ingin menangis sedih, tapi apa yang harus ia sesali? Jika pilihannya menangis bahagia, hal apa yang membuatnya merasa bahagia?
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Motor Safira melaju dengan kecepatan tinggi. Di tengah jalan, Safira kembali bernasib apes setelah seharian mengalami banyak masalah. Motor Safira dan Fikri laga kambing di jalan Sudirman pekanbaru. Tubuh keduanya terperpental di aspal. Safira bangkit dengan marah, "Kamu bisa nggak nyetir? nyetir itu pake mata.... Nggak usah pakai dengkul. " marah Safira mendekati sang pria.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Ikatan Tak Dirindu

Ikatan Tak Dirindu

Hatinya benar-benar lega. "Makasih ya, Sagara. Kamu sudah baik banget nolongin aku," Safira tampak ceria dan sedikit manja, mirip anak kecil yang baru saja menemukan kembali mainannya yang hilang. "Ini alamat vilanya," ucap Safira sambal mendekatkan layer hapenya ke arah Sagara. "Okey," kita coba meluncur ke sana. Sagara menyalakan G****e Maps di hapenya untuk mencari alamat tersebut.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

pinta Nayla, Zahra mengangguk mengerti. "Tarik napas, lalu buang, ulangi terus. Kamu harus tenang Nayla, jangan gelisah gitu, kamu tiduran aja di jok miring kiri ya," intuksi Zahra, Nayla hanya menuruti semua ucapan sahabatnya. *** Di tempat lain, Afnan berteriak girang, membuat dia harus meminta maaf karena tatapan kesal pengunjung. Ia melihat jam tangan yang melingkar di lengannya lalu menggerutu.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Salah Kirim Paket

Salah Kirim Paket

ucap Mega sambil melirik ke arahku. Kutelan air liur dengan susah payah. Aku tahu ucapan Mega mengandung modus yang besar. Dia memang ingin sekali berlibur ke negeri Sakura itu. Dulu aku memang menjanjikannya, tapi dengan keadaan seperti ini mana bisa ku kabulkan.
1084.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Zain menggiring mereka berdua di tempat yang teduh dan berkursi. “ Aku masih 30 menit lagi. Bus kami baru saja sampai. ” Nyimas mengikuti mereka di barisan paling belakang. “ Bagaimana kabarnya Zamrud ? ” Lanjut Nyimas. “ Aki baik – baik saja. ” Mata Zamrud membulat ketika memandang Nyimas. Bersemangat menjawab basa – basinya “ Masih suka ngobrol sama bu sri ? ” “ Iya, cuman bu Sri yang nyambung diajak cerita. Paling ngerti rasanya jadi cina pribumi yang dibenci. ” dia menggaruk lengan tangannya sendiri.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Kubawa Maduku dalam Kesengsaraan

Kubawa Maduku dalam Kesengsaraan

“Bagaimana keadaan Abizar?” “Dia terkena demam berdarah. Panasnya tinggi dan tidak turun juga. Kamu jangan menghubungiku dulu ya! Aku akan di dalam bersama Felicia lagi,” “Iya, Mas, gak papa. Aku hanya ingin memastikan kamu sudah sampai dengan selamat. Tunggui dulu Abizar sampai sembuh,” kata Safira lagi. “Aku sabar menantikan kamu kok, Mas. Kalau sudah membaik, pulang sebentar ya! Aku kangen ....” Dua kata terakhir yang Safira ucapkan membuatku darahku berdesir.
94.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

Nafasnya tersengal, wajahnya panik. “Pak Anto… Bu Anto… ada kabar dari tanah suci!” katanya dengan nada cemas. Pak Anto segera menghentikan sapunya. “Kabar apa, Dik?” Tetangga itu menelan ludah, lalu berkata, “Mbak Asih… katanya jatuh sakit di Mekkah. Kabar ini barusan dikirim lewat telepon dari rombongan yang berangkat bareng beliau. Kondisinya katanya lemah sekali…”
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Sahabat Tapi Cinta

Sahabat Tapi Cinta

Bak buah simalakama, itulah Firman Afif dan Agasa Maha Putra. Rutinitas Firman yang melelahkan akan terbayar lunaskan setelah melihat senyum manis Suci Indah Ayu. Mulai saat ini dia tak mengizinkan Ayu untuk berkendara seorang diri, dia dengan sukarela akan mengantar Ayu kemana pun wanita itu mau. Kemeja biru langit dipadukan dengan celana kain hitam tanpa dasi di leher membalut tubuh pengacara muda itu.
9.94.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai safir senduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status