Persona
"Sekali lagi maaf, ya?"
Safira balas tersenyum kaku.
"Lo hati-hati. Kalau udah sampai kabarin gue,"
"Iya, iya,"
Riri pun berbalik badan, menyusuli temannya. Safira melanjutkan langkah menuju gerbang sekolah. Dia duduk di balok semen yang ada di depan gerbang. Mengeluarkan ponselnya dari saku rok, hendak memesan taksi online. Namun, pergerakkannya terhenti kala teringat sesuatu.
Hot Chapters