Blue Flame
suaranya datar, namun mata ungu gelapnya berkilat seperti bayangan malam, “jadi kau tak berhak memiliki yang lain.”
Kata-kata itu membungkam Rohana.
Mata mereka bertemu. Keheningan tajam menggantung.
Rasa dingin merambat di tengkuknya, menembus kulit hingga ke ujung jari. Dan saat itu ia tahu, senyum menawan Sebastian bukan senyum biasa.
Di balik lengkung anggun bibirnya, tersembunyi sesuatu yang lain. Bukan hangat. Bukan ramah. Tapi dingin. Beku. Tanpa perasaan.
Bab Populer