Ketika Hati Lelaki Mendua
Karyawan konveksi melanjutkan pekerjaannya.
Pria itu duduk termangu sambil menatap mobil yang hampir berbelok di tikungan depan. Inaya, terlepas dia adalah wanita kedua, dia juga seorang perempuan biasa, seorang istri, juga seorang ibu. Perempuan yang memiliki perasaan. Berapa banyak bibir yang menghakimi akan posisinya. Mereka tidak tahu dalam lubuk hatinya hanya ada sebuah cinta, cinta pada pria yang di anggap istimewa dihatinya. Mungkin dia hanya ingin berbagi, bukan merebut paksa hingga membenci wanita yang menempati sisi lain hati suaminya. Semua yang menghakimi hanya menduga sesuai pendapatnya. Mereka tidak tahu, sedalam apa wanita memiliki pertimbangan untuk bertahan.