Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Meet Sweety Girl

Meet Sweety Girl

Sweetia
Berbeda dari gadis kebanyakan, dia terbilang unik. Hidupnya tidak ada kata repot. Apa yang ingin dia lakukan, akan dilakukan. Apa yang tidak, tentu tidak akan dilakukan. Disaat teman seusianya sibuk mempercantik diri dengan berbagai brand dan merek skincare, dia tidak. Dia lebih memilih mengoleksi berbagai macam makanan dan cemilan untuk perut rampingnya. Iya, sekalipun ia memiliki porsi makan yang cukup banyak dan berbagai cemilan yang selalu dia stok, tubuhnya tidak gemuk, bahkan cenderung kurus. "Ehe... Makan aja banyak, badan kering kerontang!" begitulah ungkapan yang sering dia dengar dari teman-temannya. Tapi dia tidak pernah ambil pusing, dia justru bangga dan akan menjawab "Banyak yang mau jadi aku, makan banyak tapi badan tetap kurus". Bukan hanya banyak makan tapi tubuh kurus yang menjadi karakteristiknya, kulitnya yang gelap cenderung coklat juga sering menjadi bahan ledekan teman-temannya. "Minum susu putih, biar putihan dikit kau", "Suntik putih dulu kau, biar gak hitam". Saat pernyataan-pernyataan seperti itu dia dengar, dia hanya diam. Sesekali mungkin dia akan menanggapi dengan nada sedikit bercanda "Kalian buta ya, kulitku ini coklat muda. Hitam dari mana coba?" Meski dalam hati, tentu dia merasa tidak percaya diri. Standar kecantikan 'memiliki kulit putih' membuatnya merasa tidak cantik. Tapi sebenarnya dia manis, hm.. tidak-tidak, kata manis bukan penghibur untuk mereka yang memiliki kulit dengan tona gelap. Dia benar-benar manis, di mata orang yang tepat. Dan lagi, bukan dia tidak berusaha untuk memiliki kulit yang cerah, bahkan mencoba cara instan dia pun pernah.
Romansa
1.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
Cerita Pendek · Mafia
10.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Udara di rumah mode kelas atas Paris itu berbau uang dan ketakutan. Aku telah menunggu enam bulan untuk gaun pengantinku. Sekarang, gaun itu justru tersampir di pundak Selena Rosion, seorang influencer yang sedang viral dan juga adik angkat tunanganku yang seorang mafia, Vicky Delano. Manajer rumah mode itu berkeringat dingin, matanya melirik gelisah antara aku dan pria yang sedang bersantai di sofa beludru. Vicky berdiri. Dia menyesuaikan lipatan ekor gaun bertabur berlian pada Selena dengan gerakan tangan yang santai. “Acara perdananya minggu depan, dia membutuhkan gaun yang menonjol dan menarik perhatian. Dia akan meminjamnya. Kau pilih saja sesuatu dari etalase dan jangan buat onar.” Nada suaranya datar dan tegas. Di bawah lampu gantung kristal, Selena mengagumi dirinya sendiri di depan cermin panjang, senyum kemenangan tersungging di bibirnya. Aku melihat bayanganku sendiri di cermin yang sama, mengenakan celana denim dan mantel yang basah kuyup. Aku tampak seperti turis yang tersesat. Tiba-tiba, seluruh rencana yang kususun selama setahun terakhir terasa seperti lelucon yang menyakitkan. Aku tidak berteriak, hanya merasa kedinginan. Mati rasa. Aku pun melepaskan cincin pertunangan dengan berlian lima karat dari jariku. Cincin itu membentur meja kopi kaca dengan bunyi klik yang tajam. “Kau benar, Vicky. Aku memang tidak butuh gaun pengantin ini. Pernikahan ini … aku juga tidak membutuhkannya.”
Baca
Tambahkan
Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

Kekasihnya Pulang, Hubungan Kita Putus

Karena sejak kecil aku suka minum susu, tubuhku berkembang lebih matang dibandingkan gadis seusiaku. Saat usiaku menginjak delapan belas tahun, kakakku yang sangat protektif takut aku dimanfaatkan orang, jadi ia minta teman baiknya untuk jagain aku. Namun pada pertemuan pertama kami, tatapan pria itu terpaku pada lekuk tubuhku, dan sejak saat itu aku berulang kali jadi sasaran pelampiasan nafsunya. Sejak hari itu, di siang hari ia adalah atasanku, dan di malam hari aku jadi "asisten pribadinya". Empat tahun penuh kami jalin hubungan rahasia, hingga aku berubah jadi sosok yang paling ia sukai. Empat tahun kemudian, mantan tunangannya pulang ke sini, dan ia tinggalkan aku di ranjang demi jemput mantan tunangannya di bandara. Dengan tahan rasa malu dan sakit hati, aku tetap kejar dia ke bandara. Padahal satu jam sebelumnya, tangan pria yang penuh bekas gigitan itu masih nutupin bibirku. Namun kini, di depan mataku, ia belai rambut perempuan lain dengan penuh kelembutan. “Jenny, empat tahun lalu kamu sendiri yang cari kesempatan waktu aku mabuk dan tidur denganku. Ngapain sekarang ribut kayak gini? Nggak tahu malu.” Tatapannya pada wanita itu begitu lembut, sementara ejekan dalam sorot matanya saat memandangku terasa begitu nyata. Aku pun merasa semuanya nggak berarti lagi. Aku tundukkan kepala dan kirim pesan ke kakakku agar ia menyetujui perjodohan dengan Keluarga Mosana. Kemudian aku menatapnya sambil tersenyum. “Oke, kalau gitu, selamat tinggal.”
Baca
Tambahkan
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Cerita Pendek · Mafia
12.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kembar Dua: Ayah Mengejar Ibu Kembali Ke Dekapan

Kembar Dua: Ayah Mengejar Ibu Kembali Ke Dekapan

Semua orang iri pada Nikki, seorang gadis yatim piatu yang berhasil menikah dengan pria dari keluarga konglomerat. Suaminya tampan, lembut, dan kaya raya. Namun, tak ada yang tahu bahwa pasangan ini hanya berbagi ranjang, tetapi tidak impian. Obrolan mereka tak pernah sejalan. Di depan orang banyak, sang suami tampak sempurna luar dalam, sosok suami idaman. Namun, saat malam datang dan dia tertidur, yang dia sebut dalam mimpi adalah nama wanita lain. Bahkan setelah sang istri melahirkan sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan, hatinya tetap sedingin es, tak pernah luluh. Sampai akhirnya, selembar surat gugatan cerai membuat sang presdir yang biasanya berkuasa harus duduk di kursi terdakwa. Melihat istrinya rela meninggalkan anak-anak, bahkan menolak harta benda hanya demi berpisah darinya, pria itu tiba-tiba merasa panik. Apakah selama ini dia telah salah paham pada istrinya? Saat kembali ke rumah, yang ada hanyalah bayi-bayi yang menangis meminta susu, ranjang dingin dan rapi, serta vila mewah tanpa istri. Semuanya ternyata tak lebih dari tumpukan baja dan semen. Ketika sang presdir yang selama ini terobsesi dengan cinta akhirnya sadar bahwa dia telah jatuh cinta pada mantan istrinya, sang mantan justru telah menjadi pewaris yang tak bisa dia jangkau. Nikki: "Pak Ralph, kalau mau kejar aku, antre dulu ya. Mending kamu pulang dan urus anak-anak." Ralph menggendong anak kembar dengan tangan kiri dan kanannya. Wajah tampannya tersenyum tipis. "Anak-anak masih kecil, belum bisa jauh dari ibunya. Lebih baik kamu yang urus." Saat pembantu membawa koper si kembar masuk ke rumah, pria itu tiba-tiba keluar dari kotak kardus besar. "Aku boneka manusia untuk anak-anak. Kamu juga bisa menganggapku robot pintar. Ada layanan tambahan di diriku, yaitu sebagai penghangat ranjang."
Romansa
8.942.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
121314151617
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status