Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ILMU TUJUH GERBANG DEWA

ILMU TUJUH GERBANG DEWA

Tubuhnya menggeliat-geliut dalam kesakitan, darah hitam menyembur dari mulutnya, dan kulitnya tampak membusuk, seolah kekuatan beracunnya sendiri kembali menghantam dirinya. "K-Kau…,” gumamnya pelan, tatapannya kosong penuh ketidakpercayaan sebelum ia roboh, tak lagi bergerak, tubuhnya perlahan meluruh menjadi abu, lenyap di antara pepohonan yang muram.
9.6181.6K viewsCompletedAdded to Library 6.9K Times as succumbing
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Mungkin jiwanya tak akan selamat, jika selamat pun Safa akan mengalami kelumpuhan. Safa memejamkan matanya rapat-rapat, tubuhnya bergetar hebat, merasakan gelap semakin mencengkam menghadapi eksekusi yang menantinya. "Apakah besok aku bisa melihat matahari bersinar lagi?" "Mimpiku... haruskah semuanya aku ikhlaskan berakhir?" Rintihnya dalam hati, meneteskan buliran bening yang terus menggeliat di kelopak matanya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as succumbing
Read
+Library
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Jarum menusuk kulit lenganku. Kegelapan menelanku sepenuhnya. Ketika aku bangun, Reyhan duduk di samping tempat tidur, matanya memerah. "Kayla, kamu benar-benar membuatku ketakutan," katanya sambil menggenggam tanganku, suaranya tercekat emosi. "Para dokter … mereka bilang karena persalinannya sulit dan kamu kehilangan banyak darah, rahimmu mengalami kerusakan yang tidak bisa dipulihkan. Kamu … kamu tidak bisa punya anak lagi."
25.2K viewsCompletedAdded to Library 905 Times as succumbing
Read
+Library
SACRIFICE

SACRIFICE

First yang asik dengan ponselnya hanya menjawab tanpa menatap Thana. "Setelah diperhatikan dengan benar. Ternyata kau cukup manis." First langsung tersedak, bahkan dirinya terbatuk hebat. Thana yang melihat itu panik. Takut jika temannya benar-benar mati akibat tersedak. First melotot seraya menepuk pelan dadanya untuk meminimalisir rasa sesak, bahkan matanya berkaca-kaca dan tenggorokan terasa sangat perih.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as succumbing
Read
+Library
Shadow

Shadow

_____ Keesokan harinya, mading kelas yang biasanya sepi kini sangat ramai dan bahkan papan besar itu tertutup tubuh-tubuh manusia yang berkumpul. "Ada apa sih? Rame banget," ucap salah satu siswi penasaran yang tak sengaja Mauryn dengar karna gadis itu juga penasaran. "Gak jelas sih, tapi kata yang udah liat itu ada berita si Justin anak kelas dua tiga meninggal. Mayatnya ditemuin di sungai," jawab siswi lainnya membuat Mauryn yang ikut mendengar terkejut. "Dia si bad boy itu kan? Baguslah. Jadi sekolah ini aman karna pembullynya udah mati," sahut siswi lainnya merasa puas atas kematian salah satu siswa SMA Bina Bangsa.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as succumbing
Read
+Library
Slave

Slave

Berulang kali mulut Ayesha mengucapkan kata tidak dan kepalanya yang terus menggeleng sebagai isyarat jika ia tidak mau. "H-hasan ku mohon berhenti!" teriak Ayesha tanpa menoleh ke belakang dan .... BRUKKK. Ayesha terjatuh saat langkah kakinya yang mundur ke belakang tak seimbang menabrak sebuah batu kecil. "Awhh!" ringis Ayesha merasakan sakit pada kakinya. Hasan yang melihat itu pun terlihat sangat panik dan buru-buru menghampiri Ayesha yang terus meringis.
9.8K viewsCompletedAdded to Library 304 Times as succumbing
Read
+Library
Exit

Exit

April menoleh kepadaku, berbisik, menekankan setiap katanya, menahan kesal. “Ya, aku pikir benda mati nggak bakal bisa lari kemana-kemana,” balasku asal-asalan, suaraku gemetar. April memutar bola mata, melepaskan pegangan tanganku, aku hanya diam mematung kaku.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as succumbing
Read
+Library
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

"Tunggu di sini saja, sebentar lagi selesai." Mark seperti tidak sabar ingin memutus semua hubungan denganku. Dia melangkah cepat dan segera menghilang setelah membuka pintu. Aku duduk lemas di sofa. Di kantor yang sunyi sampai terasa menakutkan ini, aku teringat ucapan dokter. Leukemia stadium akhir, mungkin tidak ada kesempatan untuk transplantasi sumsum tulang belakang. Aku menghela napas, menatap pintu tempat Mark menghilang tadi. Mungkin dia memang tidak pernah peduli.
10.7K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as succumbing
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as succumbing
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status