Menjadi Tawanan CEO Dingin
"Pak Devin, maaf, aku hanya menjalankan perintah dari Pak Jose. Kalau kamu nggak ada urusan lain, aku kembali bekerja dulu."
Melihat sekretaris itu berani berbicara seperti itu, Devin mengangkat tangan dan hendak memukul sekretaris itu. Namun, di detik berikutnya, dia tiba-tiba tersenyum sinis. Dia mengangkat tangan dan mencubit dagu sekretaris itu, lalu bertanya, "Siapa namamu?"
Sekretaris itu mundur selangkah. "Jilly."
"Jilly?"
Devin tersenyum sinis. "Bagus sekali, aku akan mengingatmu."
Bab Populer