Om Duda!
Walaupun masih cengo, Sasya tetap melangkah keluar menuruti perintah bosnya.
"Siapa dia?" tanya Disya menatap Devan kesal.
"Sekretaris."
"Sekretaris? Bohong? Bukannya sekertaris Pak Devan, Pak Diky, ya?"
Devan mengangguk. "Kenapa kamu ke sini?" tanya Devan mengabaikan pertanyaan Disya.
"Pak Devan mau mengalihkan pembicaraan 'kan?"