Kalau harus menjawab singkat: 'shiver' bisa berarti keduanya, tergantung konteks. Secara umum kata ini menggambarkan getaran kecil pada tubuh — bisa karena udara dingin yang menusuk, bisa juga karena rasa takut, ngeri, atau bahkan kagum. Di bahasa Inggris sering muncul frasa seperti 'shiver with cold' (gemetar karena dingin) atau 'shiver with fear' (gemetar karena takut). Dalam terjemahan Indonesia biasanya muncul sebagai 'gemetar', 'menggigil', atau 'merinding', tergantung nuansa.
Biar lebih jelas, perhatikan kalimat lengkapnya. Kalau seseorang bilang "I shivered from the wind," jelas itu soal dingin. Kalau muncul dalam konteks cerita horor, misalnya "I shivered as I heard the footsteps," itu lebih ke rasa takut/waspada. Aku suka cara penulis menggunakan 'shiver' karena kata ini fleksibel dan emosional — dalam satu kalimat dia bisa menyampaikan sensasi fisik sekaligus suasana batin. Menurutku, kalau kamu lihat subjek, keterangan, atau situasi sekitar, kamu bisa menebak apakah artinya dingin atau takut; kadang juga keduanya terjadi sekaligus, dan itu justru memberi warna pada adegan.