Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Shewolf

Shewolf

lanjut Dion. Kaki Lunar gemetar, ia menjadi sangat yakin bahwa yang dimaksud sang alpha adalah mate-nya. Lalu, untuk apa alpha Dion menginginkannya? “Tak perlu menginginkan hal yang jauh dari jangkauanmu, Dion. Aku bisa melihat kau memiliki seseorang yang tak biasa. Lihat! Shewolf di belakangmu sama sekali tidak melakukan shift meski luka telah menghiasi tubuhnya. Apa dia shewolf yang cacat? Ku perhatikan juga saat bertempur, dia mahir menggunakan senjata fisik. Jujur saja aku kehilangan beberapa anggotaku karenanya. Dia lumayan cekatan, kau tahu?”
1014.2K viewsCompletedAdded to Library 468 Times as shoe dog
Read
+Library
Sidekick

Sidekick

kata gue sok positif, meskipun setan dalam diri gue mengakui bahwa mereka paling lagi kencan. “Iya udah, dititipin yak! Case closed, eh sepatu mana yang bagus nih? Anjir udah toko ke empat gue masih belom sreg mulu!” seru Rindu kesal.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as shoe dog
Read
+Library
The Return of Friendship Shoes

The Return of Friendship Shoes

Alan hanya orang sederhana, tidak seperti mereka. Pakaian yang sedikit di keluarkan membuat aura di dalam diri mereka identik dengan nakal. Ahh, Alan melupakan satu hal. Segerombolan laki-laki itu tadinya sempat mendapat hukuman karena melakukan pelanggaran masa orientasi yang berlaku. Cowok dengan rambut yang ia uraikan ke belakang, dia melanggar perihal sepatu. Sepatu yang dia pakai sekarang bukanlah warna hitam dan tali sepatu berwarna putih, melainkan sepatu berwarna abu-abu dengan tali biru tua yang cukup mencolok. Dia, namanya Dertan. Dan dua orang di sampingnya itu adalah teman akrabnya dengan sifat yang hampir tidak jauh beda.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as shoe dog
Read
+Library
Achilles Heel

Achilles Heel

kata Ariye tanpa perlu basa-basi. Speecleesh Pak Jimmy setelah sepuluh detik kemudian. “HAHAHA… Saya sangat terkejut Dokter, atas pengakuan Anda. Ternyata Anda ini cukup pintar ya dalam melumpuhkan strategi. Tapi, ini tentang reputasi tolong pandang diri Dokter Ariye sebagai Dokter yang di cap sebagai prestasinya yang gemilang. Saya tidak mau itu terjadi.” “Hal-hal yang Anda takutkan itu tidak akan terjadi. Saya yakin itu tolong sepakati ini.”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as shoe dog
Read
+Library
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Poor Sasha! *****
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 384 Times as shoe dog
Read
+Library
SHANIA

SHANIA

Duo suami-istri imajinatif itu dengan bangga menyebut diri mereka adalah penggemar Shania. Siang ini, Tuan Brandon telah mempersiapkan salah satu tempat berkuda pribadinya sebagai tempat yang dia pilih untuk menyambut Shania. Jalur berkuda itu dia bangun di atas tanah miliknya, yang lokasinya dia tata sedemikian rupa hingga menyerupai hutan hijau sederhana nan menawan, dimana kudanya bisa dia bawa lari dengan puas dan leluasa, dengan sesekali berimajinasi seolah dia berada dalam sebuah pengembaraan layaknya adegan drama kolosal. Dari beberapa percakapannya dengan Shania—yang semuanya dilakukan di masa sebelum Shania menikah—Tuan Brandon mengetahui bahwa Shania juga cukup pandai berkuda, dan
108.8K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as shoe dog
Read
+Library
ASHOLE

ASHOLE

Prangg! Tak fokus gelas tersebut malah jatuh pada lantai kramik. Pecahannya berceceran ke sana; kemari. Rio tanpa sadar menaruh gelas tersebut di intil meja. Awalnya hanya hampir jatuh saja. Niat Rio ingin mendorong posisi gelas agar lebih ke tengah, tetapi yang terjadi malah keterbalikan dari ekspektasi. Karena satu tangan Rio juga digunakan untuk menampung ponsel, maka ketika ia hendak mendorong gelas itu lebih ke tengah, tetapi gerakannya itu terslepet, antara selamatkan gelas atau tetap menggenggam hapenya. Dan pada akhirnya Rio lebih memilih hapenya. Mana bisa Rio hidup tanpa benda tersebut. Ibaratnya hape itu adalah belahan jiwa bagi Rio.
102.8K viewsOn holdAdded to Library 59 Times as shoe dog
Read
+Library

Frequently Asked Questions

One thing that struck me rereading parts of 'Shoe Dog' recently is how raw Knight's description of the early cash flow problems feels. It's not just a dry business recap; he writes about literally sweating through his shirt waiting for a bank call, or the constant dread of the Friday payroll. The 'Buttfaces' at the bank rejecting him again and again. It's less about strategy and more about sheer, desperate survival – scrambling to pay a single Japanese invoice so the next shipment of Tigers could even leave the dock.

That desperation makes the partnership with Bowerman and the first employees so meaningful. They weren't joining a cool startup; they were betting on a guy selling shoes out of his car trunk who couldn't guarantee their next paycheck. The book frames the struggle not as glamorous hustle-culture but as a series of near-disasters narrowly averted, which makes the eventual success feel earned, not inevitable. You finish those chapters understanding why he kept the receipts in a cigar box.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status