KAMAR KEDUA
“Jangan ditutup. Aku khawatir kalau kamu berdiri di bawah shower terlalu lama.”
Sheza membuka keran shower. Air hangat mengguyur kepalanya dan membawa nyaman yang seketika.
Ia berdiri di bawahnya beberapa saat, membiarkan air mengalir turun di antara pahanya, membersihkan sisa-sisa malam yang masih terasa di sana. Dari luar, ia tahu Satria pasti sadar ia sudah bangun.
Dan benar saja.
Beberapa detik kemudian, terdengar suara langkah berat di lantai kamar.