Suntik Aku, Mas Dokter!
Dia mendongak, napasnya memburu bercampur dengan cipratan air.
“Amara...” desis Adrian.
Cairan kental menyembur keluar dari ujung miliknya, bercampur dengan aliran air shower yang deras. Adrian memejamkan mata rapat-rapat, menikmati detik-detik pelepasan yang intens itu. Dia lantas menyandarkan keningnya ke dinding keramik yang dingin. Napasnya perlahan kembali normal.
Adrian mematikan keran air, mengambil handuk dan melilitkannya di pinggang, lalu keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian.