Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang 'White Olive Tree'—novel ini bercerita tentang dua anak muda dari dunia yang berbeda, tapi terikat oleh nasib yang sama. Di satu sisi, ada Wen Yan, gadis kota yang hidupnya sempurna sampai kecelakaan tragis mengubah segalanya. Di sisi lain, ada Chen Haoran, pemuda desa dengan masa lalu kelam yang bekerja keras demi keluarga. Pertemuan mereka di sebuah desa terpencil menjadi awal dari kisah tentang kehilangan, harapan, dan keberanian untuk mencintai lagi.
Yang bikin novel ini istimewa adalah bagaimana penulis menggambarkan konflik batin kedua karakter. Wen Yan yang awalnya dingin perlahan mencair oleh ketulusan Haoran, sementara Haoran sendiri berjuang melawan rasa tidak pantas untuk mencintai seseorang 'dari dunia atas'. Deskripsi alam pedesaan yang kontras dengan gemerlap kota juga jadi simbol perbedaan hidup mereka—seperti pohon zaitun putih yang tumbuh di tanah gersang tapi tetap bertahan.