Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Dan benar saja. Buku yang kuambil merupakan buku ilmiah self-reminder karya Charles Duhigg yang berjudul The Power of Habit, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia—kekuatan kebiasaan. Ketika aku membuka lembaran pertama firasat buruk menyergap. Benar saja, ketika tiba di bagian pertama aku menyadari sesuatu, menelan ludah. Sial ternyata buku aslinya, belum terjemahan, masih murni dalam bahasa asing. Aku mengatur nafas, merasa pusing kepala karena melihat banyak huruf-huruf menjadi kalimat, bak tanaman kebun besar yang saling menyesaki halaman, belum lagi bahasanya yang tidak akan pernah kumengerti. Aku melempar pandangan ke buku milik Laura sebelum rasa pusing membuatku pingsan di tempat dal
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Fragmen realitas dalam Operasi Slumber memasuki fase "Tidur Lelap"-nya yang dalam dan stabil. Di dalam selimut penstabil meta, segala sesuatu melambat hingga hampir berhenti. Bukan kematian, tetapi istirahat total. Namun, membiarkannya sendiri begitu saja bukanlah pilihan. Meski aman di dalam selimut, fragmen ini sekarang berada dalam keadaan yang rapuh dan tidak biasa. Ia membutuhkan penjaga.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Lalu, sewaktu cahaya matahari masih terasa hangat. Pintu kamar belum terbuka. Cahaya keemasan merembes masuk melalui celah di jendela, jatuh lembut di atas lantai kayu yang dingin dan berhenti di tepi ranjang besar berukir naga dan awan. Di atas ranjang itu, Shen Liu Zi masih terlelap di bawah selimut tebal bulu musang. Wajahnya tenang, napasnya panjang sekaligus teratur bak tanpa beban.
1037.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 929 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Who Am I: Past Lives

Who Am I: Past Lives

Ukurannya hanya cukup untuk tidur Lucy, dengan sprei berwarna kuning-putih-oranye, dengan sedikit motif rubah dari karakter Rillakuma. Kini ia telah berada di atas kasur, tubuhnya menghadap ke kanan dan memeluk guling dengan karakter Rilakkuma miliknya. Dalam hitungan detik, Lucy telah tertidur lelap. Pendinginnya menyala di dalam ruangan kamar yang sedikit redup. Tampak sedikit pengap.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Prolog : Setelah hujan reda kami lanjutkan perjalanan untuk pulang dan aku langsung masak makanan favorit anak kost adalah ‘indomie seleraku.’ Malamnya kembali hujan rintik-rintik datang dan membasahi teras halaman kost ku, petir yang begitu kuat, dan tiba-tiba lampu padam dan aku kesulitan untuk mencari lilin. Berharap lampu akan menyala malam ini tapi hampir 2 jam, belum nyala juga. Aku hampir terlelap dan hujan juga mulai redah dan esok pagi aku bangun kesiangan karena lelahnya semalaman. Karena aku bangun kesiangan dan akhirnya aktivitas menjadi tidak terlaksanakan. Aku kesal dan ingin memarahi diri sendiri karena terlanjur bangun kesiangan dan hanya bisa rebahan tapi sepertinya dia tak
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
LUCID DREAM

LUCID DREAM

Siapa tahu di dalam sana terdapat petunjuk yang mereka berdua tidak sadari. Sebelum tidur, kebiasaan Althea adalah membaca buku agar dirinya cepat mengantuk dan tidur dengan nyenyak. Namun, jika ia tidak bisa tidur juga, gadis itu akan berjalan-jalan di taman rumahnya, dan akan kembali jika sudah mengantuk.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

“Apa?” tanya Niko karena tidak mendengar dengan jelas. “Tidak apa-apa,” jawab Risa sambil turun dari ranjang dengan kaki telanjang, telapak kaki putihnya menginjak karpet yang lembut. Sorot mata pria itu menggelap samar. Ibu jarinya mengusap bibir Risa yang masih merah dan bengkak. “Jadilah anak manis. Jangan bikin masalah.”
19.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 722 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Ini melebihi kebiasaan tidurnya di malam hari yang hanya berdurasi paling lama 3 jam. Gea kembali ke tulisan tangan itu. 'Aku pergi! Maaf, tidak sempat memberitahumu. Aku tidak tega membangunkan nyenyaknya tidurmu.' "Ah, ini memalukan sekali. Bagaimana bisa aku tertidur lama," keluh Gea kesal. 'Ada hadiah untukmu, jika rindu segera hubungi aku.' Di baris terakhir paling bawah bertuliskan, 'Suami tercinta, Rayyan.'
9.889.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Sementara hatinya tak pernah siap menerima rasa sakitnya. Mematikan sower yang sejak tadi membasahi seluruh tubuhnya, Faranina melingkupi diri dengan handuk. Dingin sudah Nina rasakan sejak tadi, kini saatnya ia berganti pakaian. Tak baik untuknya bila sakit, sebab rabu nanti ada pementasan. Nina tak bisa membiarkan acaranya berantakan hanya karena seorang Kafta.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status