Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Misha tertidur karena kelelahan. Gadis itu terbaring meringkuk di lantai marmer ruangan bekas kamar ibu Andreas yang sedang dibersihkannya. Andreas berjalan mendekat lalu berjongkok di dekat gadis itu. Dia lalu mengamati Misha yang terlihat lelap seolah lupa tempatnya berada. Keringat lembab terlihat di kening dan rambut kemerahan gadis itu. Tanpa sadar, Andreas mengulurkan tangannya mengusap kening Misha.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
Aduh, kayaknya sakit gigi-ku kambuh lagi. “Kamu kenapa?” “Sakit gigi, Mas. Huhuhu…” aku memegangi pipiku sebelah kiri. Mas Wira membuka ranselnya. Lalu, mencari sesuatu. Ia menyodorkan obat. “Nih, minum.” “Obat apaan nih?” “Obat sakit gigi lah. Masa obat sakit hati.” Ingin rasanya aku menjitak kepala orang di depanku ini. Untung saja dia lebih tua dariku, jadi aku masih sedikit menghormatinya. “Soalnya aku biasanya minum ponstan atau paracetamol.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Sekali pun tidak. "Pembohong. Aku hargai itu." Liara menyampingkan tubuh, menaikkan selimut. "Aku boleh tidur?" "Apa boleh buat? Aku sedang tak bisa melakukan hal lain." "Terima kasih." Liara mulai memejam. Saat kantuknya mulai datang, perempuan itu merasakan sesuatu yang hangat menyentuh kening. Lalu, Hagan berbisik di telinga.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

"Kamu ngapain disini?" 'Ya tidurlah. Masa' mau mandi.' Yakin saja Nasha mengatakannya dalam hati. Satria masih merajuk tidak mungkin Nasha mengatakannya dengan nada ketus yang khas. "Gak bisa tidur disana." Tidak sepenuhnya berbohong. Nasha memang sulit tidur di kamar Keisha karena adik Satria itu menyalakan AC dengan suhu yang cukup rendah.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Dan benar saja. Buku yang kuambil merupakan buku ilmiah self-reminder karya Charles Duhigg yang berjudul The Power of Habit, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia—kekuatan kebiasaan. Ketika aku membuka lembaran pertama firasat buruk menyergap. Benar saja, ketika tiba di bagian pertama aku menyadari sesuatu, menelan ludah. Sial ternyata buku aslinya, belum terjemahan, masih murni dalam bahasa asing. Aku mengatur nafas, merasa pusing kepala karena melihat banyak huruf-huruf menjadi kalimat, bak tanaman kebun besar yang saling menyesaki halaman, belum lagi bahasanya yang tidak akan pernah kumengerti. Aku melempar pandangan ke buku milik Laura sebelum rasa pusing membuatku pingsan di tempat dal
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Fragmen realitas dalam Operasi Slumber memasuki fase "Tidur Lelap"-nya yang dalam dan stabil. Di dalam selimut penstabil meta, segala sesuatu melambat hingga hampir berhenti. Bukan kematian, tetapi istirahat total. Namun, membiarkannya sendiri begitu saja bukanlah pilihan. Meski aman di dalam selimut, fragmen ini sekarang berada dalam keadaan yang rapuh dan tidak biasa. Ia membutuhkan penjaga.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Lalu, sewaktu cahaya matahari masih terasa hangat. Pintu kamar belum terbuka. Cahaya keemasan merembes masuk melalui celah di jendela, jatuh lembut di atas lantai kayu yang dingin dan berhenti di tepi ranjang besar berukir naga dan awan. Di atas ranjang itu, Shen Liu Zi masih terlelap di bawah selimut tebal bulu musang. Wajahnya tenang, napasnya panjang sekaligus teratur bak tanpa beban.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 944 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Who Am I: Past Lives

Who Am I: Past Lives

Ukurannya hanya cukup untuk tidur Lucy, dengan sprei berwarna kuning-putih-oranye, dengan sedikit motif rubah dari karakter Rillakuma. Kini ia telah berada di atas kasur, tubuhnya menghadap ke kanan dan memeluk guling dengan karakter Rilakkuma miliknya. Dalam hitungan detik, Lucy telah tertidur lelap. Pendinginnya menyala di dalam ruangan kamar yang sedikit redup. Tampak sedikit pengap.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Prolog : Setelah hujan reda kami lanjutkan perjalanan untuk pulang dan aku langsung masak makanan favorit anak kost adalah ‘indomie seleraku.’ Malamnya kembali hujan rintik-rintik datang dan membasahi teras halaman kost ku, petir yang begitu kuat, dan tiba-tiba lampu padam dan aku kesulitan untuk mencari lilin. Berharap lampu akan menyala malam ini tapi hampir 2 jam, belum nyala juga. Aku hampir terlelap dan hujan juga mulai redah dan esok pagi aku bangun kesiangan karena lelahnya semalaman. Karena aku bangun kesiangan dan akhirnya aktivitas menjadi tidak terlaksanakan. Aku kesal dan ingin memarahi diri sendiri karena terlanjur bangun kesiangan dan hanya bisa rebahan tapi sepertinya dia tak
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai slumber
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status