Aku Bukan Pelakor
“Jangan mengalihkan pembicaraan, Dara. Ok, aku terima tawaranmu menyewaku untuk menemanimu mengobrol, tapi dengan satu syarat. Kmau harus menceritakan semua kepadaku, tentang hubunganmu dan Anton!”
Mendengar apa yang Sovia katakan benar-benar ingin membuatku tertawa, tapi aku tahan. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu dan merubah pikirannya secepat kilat hanya karena ingin tahu tentang hubunganku dan Anton? Sungguh makhluk yang langka.
“Sebaiknya kamu pergi saja, Sovia. Sekarang aku tidak berniat menyewamu lagi, dan harus melakukan pekerjaanku,” tolakku tanpa menatap sahabatku dan menatap kertas laporan yang ada di mejaku.