Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?
Aku berjongkok di lantai marmer, dan mengusap telinganya yang lembut saat dia mencoba menjilat wajahku.
"Malam ini kamu tinggal di rumah, sayang," kataku lembut, dan menggaruk belakang telinganya seperti yang paling dia suka. "Saat Ayah dan Ibu pulang, kita akan merayakannya dengan banyak camilan."
Ginger memiringkan kepalanya seolah benar-benar mengerti, dan ekornya tetap bergoyang setuju. Rasanya seperti dia tahu sesuatu yang penting sedang terjadi, dan dia sedang memberi restunya.
Hot Chapters