Bara Dendam Sagara
Sagara mengangkat tangannya, dan dengan gerakan yang begitu lembut, ia meraih pergelangan tangan Ki Jatmika.
“Aku mengikatmu, Guru,” bisik Sagara.
Ki Jatmika tersenyum lebar, senyum yang tulus dan bangga. Ia menarik tangannya dengan mudah, mengakui kekalahan.
“Sempurna, Sagara. Kau tidak hanya mengikat momentum. Kau mengikat jiwa dari serangan itu,” katanya. “Kau lulus.”
Sagara merasakan air mata hangat membasahi pipinya. Bukan karena rasa sakit, tetapi karena kelegaan dan penerimaan.
Hot Chapters