Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Bukan hanya itu, tabir keindahan bukit Kantawan pun tersibak ketika matahari mulai menyingsing. Sungguh keindahan alam yang membuat hati berdecak kagum seraya memuji Sang Penciptanya. Maasya Allah. Ayah Ibu dan juga Dara kemudian menghampiri. "Kita naik lanting, Yuk!" ajak ibu. Wisata naik lanting atau bamboo rafting memang menjadi wisata andalan selain pemandian air hangat di Tanuhi dan air terjun Haratai.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Dendam Cinta Zasqia

Dendam Cinta Zasqia

" Surya menjelaskan tentang Srambang Park dengan sangat detail bagai seorang pemandu wisata. "Pasti mas sering kesana dengan tunangan mas ya?" tanya Zasqia sedih, mata Zasqia panas dan perih tanpa sadar air matanya menetes. "Kenapa kamu nangis sayang? apa ada ucapanku yang salah?" "Enggak mas, aku hanya membayangkan kamu kesana sama tunanganmu." "Sayang udah deh jangan bahas itu dulu, kita nikmati kebersamaan kita dulu ya?"
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

kata Bu Endah. Bu Siti segera memilih baju daster yang lagi hit saat ini. "Ini berapa Bu?" tanya Bu Siti. "Itu Rp.50.000 mau beli berapa? Ada warna lain." jawab Bu Endah. "Beli dua aku, ambilkan warna lain biar aku milih." kata Bu Siti. Bu Endah mengambilkan beberapa warna, Bu Siti segera memilih. "Dua ini ya Bu Endah." kata Bu Siti memberikan dua baju daster pada Bu Endah.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Sayangnya, orang yang keluar untuk menemui Damar bukanlah Syakia. Damar menatap orang itu dan bertanya dengan dingin, “Di mana Syakia? Suruh dia keluar untuk temui aku.” Shanti berdiri di atas tangga sambil memutar tasbih. Dia menunduk dan menatap Damar sambil berkata, “Setelah bertahun-tahun, ternyata kamu masih searogan ini.”
9.3257.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai damar shashangka
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Iba Asradaya
maaf aku tinggal ya, ceritanya muter gak kelar², iklan puanjaang q bab harus nonton 3 iklan dgn durasi yg udah gaj masuk akal. ternyata sm dgn novel² yg lain ditinggal ditengah² bisan dan cari novel yg lain ...
Sinta Clara
makin lama iklannya makin panjang durasinya.kalau ceritanya ngga bener bener bagus jd males bacanya .novel ini termasuk salah satu yg gw pertahanin buat terus dibaca.makanya pertahanin thor alur ceritanya.jangan kebanyakan muter kayak novel yg lain
Baca Semua Ulasan
Kuranji

Kuranji

Menatap dingin pada Pendekar Sabuk Maut, ia menjawab acuh tak acuh, “Kau tak layak berkenalan denganku.” “B–bang … akh! Uhuk!” Umpatan Pendekar Sabuk Maut tercekat di tenggorokan, berganti dengan rintih kesakitan yang disusul dengan batuk darah. Di sisi lain, beberapa meter dari tempat Kuranji berdiri, Mahzar tampak kewalahan mengimbangi kelebat pedang milik lawannya. Cresh! Senjata milik Pendekar Pedang Kilat berhasil menyobek lengan kanan Mahzar. Darah segar mengucur dari luka robek yang menganga.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

"Gantari!" Mataku menelisik dan mencari siapa gerangan yang memanggilku. Tepat di depan ladang jagung yang hanya berjarak dua puluh meter dari gapura, seseorang tengah melambai ke arahku. "Gantari!" Gadis yang mengenakan daster warna hijau itu sepertinya tidak asing. Aku berusaha mengingatnya. Astaga! Kutepuk dahiku saat akhirnya mengenali gadis itu. Aku segera berlari ke arahnya.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Sekretarisku Jilbaber

Sekretarisku Jilbaber

lirih Damar. **"
9.8167.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Bagaimanapun, tidak mungkin Aksha membunuh Damar di depan Mirza. Damar sendiri juga menghela napas lega di dalam hati. Meskipun dia juga seorang kultivator Alam Energi Sejati, di depan kultivator super kuat seperti Aksha, Damar tidak ubahnya seperti seekor ayam. Damar benar-benar merasa takut. Akan tetapi, pada saat itu, tanpa aba-aba, tombak perang di tangan Surya langsung menembus dada Damar dan mengangkatnya ke udara.
9.9392.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.8K kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Dendam dan cinta

Dendam dan cinta

tanya Papa Alex, Adam Samudra. "Marketing Pa" jawab Alex. "Anak buah Josh?" tanya Papa Alex. "Iya Pa" jawab Alex. ** Keesokan harinya, Jesi bersama dengan Yulia dan magda berangkat kesalah satu Mall terbesar di ibukota. Seperti yang dikatakan Jesi kepada Magda dan Yulia, penguntit suruhan Alex masih mengikuti Jesi. Orang yang mengikutinya sangat pandai, tidak seperti yang ketahuan oleh Jesi. Orang suruhan Alex, sangat menjaga jarak. Sehingga Jesi tidak mengetahui siapa orang yang mengikutinya, tetapi. Perasaan Jesi yang mengatakan, bahwa dirinya masih diikuti oleh orang suruhan Alex.
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Tengkorak

Pendekar Pedang Tengkorak

Sinta menunjuk salah satu bagian. “Bramasta.” “Bramasta?” Damar mengangkat wajah. “Kau mengenalnya?” tanya Catra. Damar mengangguk. “Sedikit.” “Seberapa kuat dia?” “Cukup kuat.” Jawaban itu terlalu sederhana. Damar akhirnya melanjutkan, “Pendekar tingkat enam.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai damar shashangka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status