DUKUN 99
ucap si Pria sembari memandang rumpun pohon pisang.
"Dia bukan di pohon pisang, tapi di pohon bambu," ujarku datar. "Kemari, mata batinmu akan saya buka untuk sejenak saja."
Si pria mendekat dan aku mengusap kelopak matanya, diiringi merapal selarik mantra.
"Astafirullah!!" pekiknya saat melihat sosok genderuwo di rumpun bambu.
Mirip gorilla. Bertaring panjang, berbuluh hitam legam dan sepasang matanya merah menyala.