Mas Duda, Beri Aku Lebih!
Nada bicara pria itu terdengar begitu dingin dan tak tersentuh, tipikal seorang pengawal profesional yang memandang keselamatan target sebagai sebuah janji hidup dan mati, bukan sekadar tugas berbayar demi lembaran rupiah di akhir bulan.
Gisel menggelengkan kepala pelan, menolak sangkalan dari pengawalnya itu. "Coba diem dulu dan ingat bener-bener. Yang pertama, waktu si botak mantan bos kamu. Dan yang ketiga, yang baru aja kejadian."
"Yang kedua belum Nyonya sebutin,” potong Arka dengan nada yang mudah tenang, “Masa iya dilompatin, satu langsung ke tiga,"