Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

Sabittttt_
"Aku mencintai mu dan kau juga harus mencintai ku." Lelaki itu menoleh dan tersenyum remeh. Dia menatap perempuan itu dari kepala hingga ujung kaki, dia benar-benar menilai perempuan itu. "Maaf, tapi aku tidak mencintai seorang pembunuh." **** Flavia Imtiaz adalah seorang psychopath yang sedang menjadi buronan di Italia. Dia memilih pindah ke Indonesia untuk menyelamatkan diri. Ia juga merubah semua identitasnya dan mengganti namanya menjadi Speranza Constanzo. Di Indonesia dia menjalankan hidup layaknya remaja pada umumnya. Tak disangka dia terobsesi dengan seorang lelaki introvert yang mengidap penyakit mematikan. Dia berambisi untuk mendapatkan lelaki itu, dia tidak pernah membiarkan lelaki itu disentuh oleh orang lain. Speranza pikir pindah ke Indonesia adalah pilihan yang tepat, namun nyatanya tidak. Dia malah menemukan sebuah kebenaran dari sebuah masalah yang bahkan sudah dia lupakan. Bagaimana hidup Speranza selanjutnya? Apa sebenarnya kebenaran tersebut? Dan apakah kisah cinta Speranza akan berakhir bahagia? ****
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Cinta Kakak Dokter

Cinta Kakak Dokter

Ladra
Pagi yang sejuk selalu ku nikmati setiap harinya Mengawali hari dengan sujud sepertiga malam Bermesraan dengan kekasihku, al qur'an Melanjutkan kegiatan yang membuatku lupa akan penat yang kurasa. Menolong banyak nyawa, Merasakan sedih yang mereka rasakan juga. Bahagia mereka menjadi bahagiaku juga. Pekerjaanku membuatku terlena oleh cinta seorang lelaki. Banyak orang menilai ku seorang dokter yang cantik hati dan fisik. "Pagi kakak dokter." sapaan yang banyak kudengar.setiap ku langkah kan kaki di R.S SYIFA'. Rumah sakit tempat ku bekerja, aku dikenal oleh banyak orang karena wajahku yang cantik dengan sentuhan lesung pipi yang kumiliki, wajah tirus serta mata sipit dengan kulit putih yang bersih. Dan aku dikenal seorang dokter yang selalu profesional tapi, tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Hanya masalah cinta yang belum kutemui dengan tepat. Namun, sepertiga malam ku lah yang akan mencarikan yang tepat untukku.
4.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 135 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota

Sentuhan Terlarang di Sudut Bus Kota

Di atas bus, aku dihimpit ke arah jendela oleh seorang pria hidung belang. Sementara itu, sepasang tangan yang besar di belakangku, meraba-raba tubuhku dengan lancang. Aku terkulai lemas dalam dekapannya. Aku berusaha menahan erangan karena malu, sambil merapatkan kedua kaki dan mencoba mengabaikan sensasi basah di antara pangkal pahaku. Ada dua alasan mengapa aku berusaha keras untuk bertahan. Pertama, tidak ada yang tahu jika aku sebenarnya menderita kecanduan seks. Sentuhan sekecil apa pun bisa seketika menjatuhkanku ke dalam jurang gairah yang dalam. Kedua ... Orang di belakangku yang sedang meraba-raba diriku dengan semena-mena itu adalah guru matematikaku sendiri. Aku menundukkan kepala, berusaha sekuat tenaga untuk menopang kedua kakiku yang sudah kehilangan kekuatannya. Saat aku mulai kembali tersadar, aku mendapati tangan guruku sudah menyelinap ke celah di antara kedua kakiku, meraba ke arah tempat yang sudah basah dan berantakan itu ….
4.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 104 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
FATAL OPTION

FATAL OPTION

Natalie Bern
Sekali seseorang menginjakkan kaki di dunia gelap intelijen, ia tak akan bisa keluar dari dunia itu, kecuali tak bernyawa. ``````` Kenneth Henry dan Nicky Henry adalah pasangan kakak-beradik non biologis yang tumbuh tanpa sosok kedua orang tua. Kenneth adalah seorang anti sosial, anggota intelijen yang tergabung dalam sebuah tim yang ditugaskan untuk memburu sebuah organisasi kartel narkoba, penyelundupan senjata, dan human trafficking. Tak ada yang tahu identitas Kenneth kecuali rekan-rekan setimnya. Sedangkan Nicky adalah gadis remaja tomboi yang memiliki amnesia, serta gangguan psikis berupa PTSD (post traumatic stress disorder) dan claustrophobia. Suatu ketika dalam kehidupan mereka, hadir sosok Shoujin Ueda, seorang pemuda anti sosial putra ekspatriat yang bekerja sebagai polisi. Baik Kenneth, Nicky, maupun Shoujin, mereka terikat pada satu tragedi di masa lalu yang merenggut nyawa keluarga mereka dan hanya menyisakan mereka satu-satunya. Dan kini takdir mempertemukan mereka dalam pertaruhan antara ego dan misi, serta hidup atau mati. ```````
9.99.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 276 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
4.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 89 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Pada hari Idul Adha, aku menyiapkan satu meja penuh hidangan kesukaan Brian. Namun lagi-lagi, dia tidak datang. Aku terdiam sejenak, lalu dengan cekatan membuka postingan instagram, orang yang cinta sejati Brian. [Harus diberi pujian! Aku baru bilang lampu rusak, dia langsung meninggalkan pacarnya demi datang ke sini.] [Tolong pertahankan sifat yang lebih mementingkan teman daripada pacar.] Fotonya memperlihatkan Brian yang sedang berdiri di atas bangku, mendongak untuk mengganti lampu. Dia menopang kaki Brian dengan kedua tangan, wajahnya tanpa sengaja menyapu bagian paling sensitifnya. Brian tidak menghindar, malah menyunggingkan senyuman samar. Pemandangan itu begitu menusuk mata, tapi aku tidak lagi menangis ataupun marah. Aku hanya dengan tenang memberi tanda suka, lalu mengajukan putus dengannya. Brian tidak percaya sama sekali. “Paling hanya mengambek saja, cuekin saja beberapa hari. Nanti aku hanya perlu ulurin tangan saja, dia pasti bakal luluh lagi.” Namun, Brian tidak tahu, aku bisa begitu mudah luluh dulunya, karena aku mencintainya. Mulai sekarang, dia tidak akan pernah bisa membujukku lagi.
7.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 276 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

"Jadi, malam ini juga. Kau harus bersiap-siap untuk kuboyong ke rumahku." ucap pak Gondo dengan mata yang jelalatan. "Hah, kenapa? kenapa saya harus ikut dengan Anda?" tukas Wina berontak saat kedua Bodyguard itu mendekati Wina dan memegang kedua tangannya. "Untuk menjadi isteri kelimaku." ucap pak Gondo sambil membalikkan badan dan mengisyaratkan kode pada Bodyguardnya untuk membawa Wina masuk ke mobil. Wina berteriak minta tolong, namun apalah daya? para tetangga yang berjarak sekitar puluhan meter dari kediaman Wina meski mereka mendengar teriakan Wina sekalipun, mereka tak akan berani pada pak Gondo. Lagipula, malam ini hujan masih saja cukup deras, deruan guruh dan kilat bersahut-sahutan di angkasa. Menyamarkan teriakan Wina yang minta tolong. Bersyukur, seorang Pemuda bernama Revan datang menyelamatkan Wina dari cengkraman pak Gondo. Wina berhasil dibawa oleh Revan jauh dari jangkauan pak Gondo. Namun ternyata Revan bukanlah Pahlawan yang diharapkan oleh Wina. Revan ternyata Kaki Tangan dari tuan Darius, yang sudah mengintai Wina sejak lama.
871 viewsOngoingIdinagdag sa Library 33 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Kesatria Agung Mikenai

Kesatria Agung Mikenai

Riza Hanazawa
Dua belas abad sebelum tahun kelahiran juru selamat (Masehi), tanah Yunani mengalami kekacauan. Negeri para Dewa menyambut era kejatuhan. Banyak kekacauan dan kesenjangan masyarakat terjadi di seantero negeri, para saudagar dan kaum aristokrat saling berebut tanah serta suara rakyat demi kekenyangan pribadi. Jeritan para korban dari rakyat jelata pun kian meronta-ronta, memohon kepada sang Dewa sejati, untuk sekali lagi menjadi hakim adil atas kebejatan manusia biadab yang telah bersikap semena-mena memutus tali kemanusiaan. Dalam hiruk pikuk kekacauan zaman, muncullah kesatria agung bak jelmaan Dewata sejati. Kesatria muda dengan membawa kedua senjata kembar, melambangkan gerakan keadilan. Para aparat pemerintahan di berbagai negara kota di Yunani kerap memusuhi karena menjadi ancaman yang dapat menggulingkan reputasi mereka, mereka menyebut kesatria itu sebagai perampok. Melalui berbagai rintangan, langkah kaki sang kesatria tetap berlanjut sampai negeri Yunani selangkah mengintip cahaya terang benderang, era baru kehidupan manusia. NB: Cerita ini hanya fiksi, penempatan sejarah hanyalah setting zaman belaka.
1010.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 216 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Untuk Apa Lagi Mencinta

Untuk Apa Lagi Mencinta

Pada hari kelima puluh lima sejak tunanganku memblokirku, aku membatalkan pernikahan yang sudah kunanti-nantikan selama delapan tahun. Sementara dia masih menemanikan teman masa kecilnya yang depresi beristirahat dan berobat di kuil. Dia membuat Kuil Jingu yang selalu ramai peziarah tutup selama setengah tahun penuh. Namun, karena kehilangannya tanpa sebab, aku dikepung dan dikejar-kejar wartawan hingga tak punya tempat tinggal. Terpaksa, aku pergi ke Kuil Jingu untuk mencarinya. Tapi dia justru mengusirku turun gunung dengan alasan tak boleh mengganggu ketenangan kuil. Di tengah musim dingin yang menusuk, aku pingsan dan nyaris tewas di kaki gunung. Saat siuman, kulihat Arif Wijaya menanam hamparan besar mawar yang lambangnya cinta dengan tangannya sendiri di tanah suci kuil itu. Setengah tahun kemudian, akhirnya dia turun gunung dan membawa teman masa kecilnya pulang. Mawar yang mereka tanam itu memenuhi kamar pengantin kami. Kutatap dingin. Dia belum tahu, aku sebentar lagi akan menikah dengan orang lain.
4.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 138 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
Perpisahan di Malam Salju

Perpisahan di Malam Salju

Pada hari jadi pernikahanku yang ketujuh dengan Ivan, aku menunggu di depan satu meja penuh makanan yang sudah dingin hingga fajar. Keesokan harinya, justru kulihat dia yang seharusnya sedang menghadiri jamuan, muncul di berita utama sambil menggandeng cinta lamanya, Isabella. Aku pun membalik meja, membakar ruang kerjanya, dan dengan mata memerah menghancurkan pesta penyambutan Isabella. "Kembali. Jangan temui dia." "Kalau nggak, kita cerai." Namun dia bahkan tidak bereaksi sedikit pun. Sampai Isabella begitu ketakutan sehingga pergelangan kakinya terkilir. Untuk pertama kalinya, kekhawatiran muncul di mata Ivan, dan dia memarahiku, "Sudah cukup belum kamu membuat keributan?" Aku tertegun lama, lalu akhirnya melemparkan selembar perjanjian cerai ke wajahnya. "Kita cerai." Ivan menandatangani dengan asal-asalan, lalu membungkuk memijat pergelangan kaki Isabella. Aku berbalik dan pergi. Ada yang menebak, apakah kali ini aku benar-benar serius. Ivan mencibir dingin. "Bagus kalau benar pergi. Tujuh tahun pakai cara yang sama, dia nggak bosan, aku pun sudah muak." Angin dingin menerpa dada, aku menggenggam erat tiket pesawat. Sesuai keinginannya ... kali ini aku benar-benar melepaskannya.
1.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 27 Beses bilang telapak kaki ngilu
Read
+Library
PREV
1
...
1415161718
...
23
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status