Dilamar Tuan Duda
Semua mahasiswa dan mahasiswi di kelas merapikan peralatannya ke dalam tas untuk bersiap-siap pulang, termasuk Sea.
“Sea?! Pulang sama siapa?” Emil memanggilnya.
“Aku pulang sendiri, Mil.”
“Mau ikut yang lain, gak? Ada tempat nongkrong baru dekat kampus, loh, Se.”
“Maaf ... aku gak bisa ikut, Mil. Aku ada perlu hari ini.” Ia menolaknya dengan raut wajah menyesal.
“Yaah ... kamu jarang main bareng kita lagi sekarang, Se. Kapan, dong, kita main bareng lagi?” keluh temannya sejak SMA itu.
Hot Chapters