Pelarian Nikah Siri
Gegas Aban menghubungi Sinta, tanpa memikirkan Laila yang masih menangis di dalam kamar hotel.
Tangan kekar itu menggeser nomor Sinta kemudian berkata, "Halo Nta, ini Uda," tuturnya sedikit berbisik.
"Ya, Da. Ada apa?" tanya Sinta di seberang sana.
Aban tertawa kecil berusaha menggoda sang mantan istri, "Kita balikkan lagi ya, Nta, demi anak-anak," ucapnya sedikit memaksa.
Terdengar suara Sinta tertawa sinis di seberang sana, "Terus, bagaimana istri siri Uda, bukannya kalian menikah demi membahagiakan diri kalian?"
Hot Chapters