Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Kuli

Menantu Kuli

Ia berhenti sejenak di dekat Willy dan berkata pelan, namun cukup keras untuk menusuk hati. “Jangan lupa, kuli,” katanya dengan nada penuh ejekan. “Di rumah ini, kamu cuma figuran. Jangan pernah berharap lebih.” Keenan berlalu sambil tertawa kecil, meninggalkan Willy yang hanya bisa menarik napas panjang untuk meredam emosinya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Ternyata Dosen Killer Itu Suamiku

Ternyata Dosen Killer Itu Suamiku

Nadira dan kedua temannya melirik ke sekeliling, ternyata mereka kini sedang jadi pusat perhatian sebagian besar orang. "Ada apa, sih?" bisik Triana. "Kemarin ada insiden. Tapi pantes aja sih mereka bertanya-tanya, orang gue juga penasaran banget. Ra, apa Lo sama pak An emang saling kenal sebelumnya? Punya hubungan apa Lo sama dosen killer itu?" tanya Yasmin. "Gue gak kenal, tuh."
99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Ku Balas Kematian Anakku

Ku Balas Kematian Anakku

seru seorang dokter kepada staf rumah sakit yang menghalangi jalur mereka. Arimbi berlari mengikuti, napasnya tersengal, air matanya terus mengalir. "Amanda, dengar Mama, ya? Kamu harus kuat, Sayang! Kita kan janji mau rayakan ulang tahunmu malam ini… Kamu kan mau pakai gaun baru? Mau tiup lilin? Sayang, buka matamu… Jawab Mama…" Tak ada jawaban. Tak ada gerakan dari tubuh kecil itu.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Aku tidak tahu apa yang menantiku di Marunda, tapi satu hal yang pasti: siapapun yang berani menyentuh orang-orang yang kucintai, mereka baru saja menandatangani surat kematian mereka sendiri. Baru saja aku hendak melangkah keluar, ponselku bergetar. Sebuah foto dikirim dari nomor tak dikenal. Foto Mas Putra yang terikat di sebuah kursi dengan luka lebam di wajahnya, dan sebuah pesan singkat: "Bawa keris itu ke Marunda jam 12 siang ini, atau temanmu ini akan jadi konten live streaming kematian pertamamu." Gairah untuk bertarung kini membakar habis sisa-sisa ketenanganku.
1080.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Hanya menatap— dengan mata penuh luka, seakan bertanya: "Kenapa kau biarkan aku mati?" Kaelira berdiri terpaku. Tanah di bawahnya terasa rapuh, seperti hatinya sendiri. Wajah demi wajah bermunculan: Eral, teman masa kecilnya yang meninggal saat perang pertama. Judea, mentor sihir pertamanya, yang tubuhnya tak pernah ditemukan. Dan—yang paling menyakitkan— Aelion, sahabatnya, yang dulu ia paksa mengorbankan diri
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Suamiku Dosen Killerku

Suamiku Dosen Killerku

ucap Wanita paruhbaya di samping Devan antusias. Azura menatap kesal pria datar itu. "Apa katanya? Akrab, yang bener aja!? Siapa juga yang mau deket sama monster jelek kaya pak Damian. Yang ada pengen gue bejek muka datarnya itu." ucapnya dalam hati kesal. "Iya Tan gausah kenalan lagi, mahasiswa di kampus juga pada tahu siapa itu Pak Damian. Dosen killer mematikan," ucap Azura memelankan suaranya di akhir kalimat.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

“Ih, Keira. Baru datang langsung nyari Aldric.” Keira menoleh. “Ya memang, aku suka sama Aldric.” “Main sama aku juga, dong,” protes Alodie. “Boleh… tapi nanti ya,” jawab Keira santai, tetap berdiri dekat Aldric. Andrew dan Bricia saling pandang, sama-sama menahan tawa. “Mulai kelihatan ya,” bisik Andrew pelan. “Apanya?” Andrew hanya mengangguk ke arah Aldric dan Keira.
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Tuan Muda

Tuan Muda

Tuan Muda Part8 Di taman mini, Jeremy Mose dan Esmeralda bertemu dengan Diana Catwalk. "Esmeralda," sapa Diana Catwalk. Esmeralda menoleh. "Wow, Diana." Esemeralda berdiri, dan mereka berpelukan. "Kau dengan siapa?" tanya Diana, sembari mengurai pelukannya. "Jeremy, perkenalkan, dia Diana, teman kampusku dulu. Dan Diana, kenalkan dia suamiku, Jeremy Mose."
8.6503.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.6K kali sebagai temannya killua
Tampilkan Ulasan (111)
Baca
+Pustaka
Chaken Israel Tatipikalawan
sangat seru ceritanya tapi kenap tidak berlanjut dan harus bersambung..kenao certia lain bisa ditulis dangan bab yang lengkap..ayo semangat biar bisa lanjut cerita ini..ceritanya sangat bagus dan dan lebih baik dari cerita yang sudah saya baca di good novel ini...saya mohon untuk bisa berlanjut lagi
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Dosen Killer Itu Suamiku

Dosen Killer Itu Suamiku

Taksi online pesanannya mungkin sudah tiba. Melisa lalu berjalan cepat, tapi baru saja ia ingin melangkah. Tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi notif pesan masuk. Melisa mendecak kesal. “Siapa lagi, sih?” Melisa menatap ponselnya. Dosen Kiler😡 yang tertera di layar ponselnya. Melisa segera membukanya. Dosen Kiler😡 [ Kalau mau keluar, jangan lupakan pintu untuk dikunci. Aku sudah menyimpan kunci cadangannya di atas meja riasmu. ]
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Dosen Killer Itu Calon Suamiku

Dosen Killer Itu Calon Suamiku

Ines hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Nah, setelah semuanya tenang, Tantemu meminta maaf kepada Mamma, dan Mamma juga meminta maaf, Tantemu dan teman-temannya pamit. Barulah Om ingat, mau apa ke tempat itu,” lanjut Roberto. Tiara mengambil minumnya dan meneguk perlahan. Roberto kemudian berdiri dan memperagakan momen itu. “Ines! Lalu Tantemu menoleh tidak percaya.”
10648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai temannya killua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status